Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2021

Puisi | Kopi dan Hujan

  Kopiku pagi tadi sudah dingin, ketika gerimis mulai turun dan menghapus jejak terik dan kerontang siang tadi. Kopiku pagi tadi makin dingin, ketika gerimis mulai rapat dan hujan mulai terbentuk. Kopiku pagi tadi tersisa seteguk dan mulai didatangi semut, ketika hujan menderas. Sehingga udara dingin yang muncul menyerap hangat sepanjang hari ini, lalu lingkupi aku. Kopiku pagi tadi tandas tak bersisa. Namun hujan ini masih akan ada sampai beberapa waktu mendatang. Hujan turun dengan kecepatan dan jumlah yang tetap. Rinainya mengenai tanah, pohon, genteng dan siapapun yang memilih basah. Bunyinya seumpama alunan musik dalam tinggi rendah nada indah mengalun yang dipimpin komposer agung. Aku butuh secangkir lagi kopi... ...yang akan menemani aku mendengarkan suara hujan dan gemuruh guntur di kejauhan. ...yang akan menemani aku menyaksikan langit mempertontonkan demontrasi kilat berjalan melintasi langit menuju bumi. Kopi... ...membawa ingatanku padamu. Hujan... ...mematrimu di ingat...

Kopi Perjuangan

  Dokpri. Setelah melewati 2 alamat, Kopi Perjuangan yang kudatangi kali ini berada di alamat yang ke-3. Aku belum pernah mendatangi Kopi Perjuangan di 2 alamat sebelumnya. Namun, ketika memeriksa ke Google Map, aku menyadari alamat terbarunya masih belum diperbarui. Entah kini.. 😅 Dokpri. Kopi Perjuangan berada di lokasi yang sangat tak biasa . Pertama, bukan berada di jalan besar atau jalan utama. Kedua, tidak berlokasi di dekat perkantoran, pusat perbelanjaan atau di dalam mall. Ketiga, berada dalam halaman rumah seseorang dan berada di lantai 2. Sungguh sangat tak biasa! Dari lt. 2 Aku mengetahui tentang kedai kopi ini dari kolega yang tak sengaja melihat plang kedai kopi ketika melintas di jalan kecil tersebut. Berada di perumahan penduduk yang berada di belakang sebuah mall, plang di tepi jalan bukanlah hal istimewa. Ada praktek dokter, ada fotokopi, ada toko kecil, terlihat dari plang yang ada di sisi kiri dan kanan jalan. Maka ketika terlihat ada plang kedai kopi, akulah y...

Autotec Coffee

Dokpri. Autotec adalah salah satu bengkel mobil di kota kami di Jl. Veteran. Ternyata, pemiliknya memanfaatkan ruangan tepat di sebelah bengkel selebar 2.5 meter yang memanjang sepanjang bengkel tersebut jadi kedai kopi.  Bengkel dan kedai kopi hanya dipisahkan oleh tembok pemisah ruangan. Jelas tempat yang pas untuk menunggu jika sedang menservis mobil di sebelah kedai. Dokpri. Simpel dan akrab Dokpri. Di sisi kiri dari pintu masuk kedai tampak kaca memanjang sepanjang dinding. Jadi, kalo mo dandan, bisa gunakan cermin sedemikian rupa.. hehehehe.. 😄 Kopi dan buku Waktu mengunjungi kedai kopi ini, pandemi masih sangat jauh dari bayangan kemungkinan akan sampai ke Indonesia..  Suasananya sangat mendukung untuk baca buku.. 😄 Buku dengan salah satu judul terpanjang ini sudah selesai baca. Ulasannya? Ga bikin. Hehehehe.. Kopi yang membentuk lukisan awan di langit coklat terlihat sangat cantik.. 😘 Kopi, buku dan camilan. Kapan-kapan mampir lagi. Dengan buku judul baru, pesan cam...