Kopiku pagi tadi sudah dingin, ketika gerimis mulai turun dan menghapus jejak terik dan kerontang siang tadi. Kopiku pagi tadi makin dingin, ketika gerimis mulai rapat dan hujan mulai terbentuk. Kopiku pagi tadi tersisa seteguk dan mulai didatangi semut, ketika hujan menderas. Sehingga udara dingin yang muncul menyerap hangat sepanjang hari ini, lalu lingkupi aku. Kopiku pagi tadi tandas tak bersisa. Namun hujan ini masih akan ada sampai beberapa waktu mendatang. Hujan turun dengan kecepatan dan jumlah yang tetap. Rinainya mengenai tanah, pohon, genteng dan siapapun yang memilih basah. Bunyinya seumpama alunan musik dalam tinggi rendah nada indah mengalun yang dipimpin komposer agung. Aku butuh secangkir lagi kopi... ...yang akan menemani aku mendengarkan suara hujan dan gemuruh guntur di kejauhan. ...yang akan menemani aku menyaksikan langit mempertontonkan demontrasi kilat berjalan melintasi langit menuju bumi. Kopi... ...membawa ingatanku padamu. Hujan... ...mematrimu di ingat...
Tur kedai kopi, tentang kopi, camilan kedai kopi, signature coffee, buku dan kopi