Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kopi

Beskabean Lemabang

  Beskabean Lemabang ( Dokpri. ) Disclaimer : Foto-foto diambil pada awal Januari 2020. Ketika berdiri di depan sebuah pusat perbelanjaan di wilayah Lemabang, aku melihat sebuah bangunan kecil berada di sebuah halaman rumah dengan pagar rendah yang terbuka. Bentuk rumah lawas di sebrang sana sungguh menarik perhatian.  Di hadapan bangunan tersebut diletakkan beberapa meja dan kursi. Lampu-lampu masih belum dinyalakan. Sore sudah turun.  Sebrang jalan ( Dokpri .) Beskabean Lemabang Daftar menu terlihat dengan paduan warna kontras.. 😉 Aku terlihat asing. Well, kali pertama ke sini, aku ke Beskabean Lemabang.. Itupun setelah mengecek kedai kopi di sekitaran tempat kerja.. Duduk dengan tenang setelah memesan minuman, aku mengeluarkan buku yang masih belum selesai baca. Jalanan yang sibuk dengan kendaraan mengantarkan orang-orang yang baru pulang. Lampu-lampu mulai dinyalakan. Tersisa bintang yang masih belum tampak. 😘 Kopi dan buku ( Dokpri .) Matcha coffee ( Dokpri .) A fe...

Roppan PTC

    Roppan PTC (Dokpri.) Discalimer : Foto ini diambil  November tahun 2019 Ada beberapa outlet Roppan di kota kami. Naaaah, Roppan yang satu ini berada dalam sebuah mall. Letaknya di bagian depan, membuat pengunjungnya bisa melihat lalu lalang kendaraan yang melintas di bagian dalam kompleks mall tersebut.   Dinding kaca (Dokpri.) Ada dinding kaca yang memisahkan bagian dalam dan bagian luar kedai ini.  Pengunjung bisa saling mengamati, kalo mau.. 😁 Pintu kaca menuju bagian luar kedai (Dokpri.) Roppan Rak-rak kaca yang penuh roti berbagai bentuk dan ukuran bisa terlihat secara leluasa. Begitu banyak pilihan, bikin aku dan Lince bolak balik lihat roti-roti tersebut dan papan yang menuliskan nama roti dan harganya. Sebelum hidung kami makin kentara mengendus-endus aroma manis di udara dan air liur kami makin banyak, kami segera memilih beberapa. 😃 Roti dan Hazelnut Cinnamon (Dokpri.)        Hazelnut Cinnamon (Dokpri.) Hazelnut Cinnamon ...

Mixture dalam Gelas Tinggi

  Cinnamon Sugar Daddy (Dokpri.) Mixture . Hari itu, aku memesan Cinnamon Sugar Daddy. Sesekali, pengen juga cicip yang campuran bahan lain pada kopi. Selain bubuk kayu manis yang ada di permukaan minuman, ada juga irisan jeruk kering yang bisa dimakan.  Cinnamon Sugar Daddy adalah kopi dengan campuran sirup jeruk dan bubuk kayu manis. Aroma manis menguar, segera. Citarasa asam dari jeruk dan kesegaran kayu manisadalah hal pertama yang muncul. Citarasa pahit kopi tertinggal di akhir tegukan. Bekasnya terasa pada pangkal lidah yang sangat dekat dengan tenggorokan. Rasanya sangat menyegarkan. Juga, menyenangkan. :)   Gelas dan cangkir (Dokpri.) Wadah Kopi . Selain gelas berbahan plastik maupun kertas yang praktis, untuk wadah kopi sering juga digunakan mug keramik dan gelas bening.  Ada cangkir yang menggunakan tatakan yang sewarna dengan si cangkir. Ada juga tatakan kayu dengan inisial kedai kopi di permukaannya sebagai tatakan gelas bening. Mug ukuran sedang maupun...

Mencicipi Citarasa Dhilgee Nansebo Riripa

  Dhilgee Nansebo Riripa (Dokpri.) Kemaren, aku mampir ke sebuah kedai kopi yang bernuansa abu-abu.Tidak seperti kedai kopi lain yang memberikan ruang bagi pengunjung yang merokok di ruangan lebih depan atau out-door kedai kopi tersebut. Kedai kopi ini, menyediakan ruangan bagi perokok justru di bagian dalam ruangan.  Dibatasi dengan kaca, pengunjung di bagian depan kedai bisa melihat ke arah dalam. Demikian juga sebaliknya. Dinding dan pintu kaca sampai ke langit-langit memberikan kesan dan nuansa lega bagi ruangan. Di salah satu sisi dinding, terdapat kaca persegi panjang yang diposisikan sedikit di atas bangku yang menempel pada dinding tersebut. Di dinding satu lagi, terlihat sebuah cermin bulat. Ke mana pun memandang, selain terlihat pengunjung lain, terlihat juga diri sendiri. Hehehe... Ada beberapa set meja dan kursi di tengah ruangan. Ada juga set meja dan kursi (atau sofa, ya, penyebutannya?) di tepi-tepi ruangan.Dindingnya berwarna abu-abu muda. Ada kesan futuristik...

Kopi Yor

  Kop / Yor . (Dokpri.) Discalimer : Foto ini diambil Desember tahun 2020 Kali pertama mampir ke kedai kopi Kopi Yor ini, setelah mengunjungi Joe House. Jarak Kopi Yor dan Joe Housetidak jauh. Berada di jalan yang sama, kami hanya berjalan sekitar 50 meter. Karena jarak yang tak jauh ini, maka kami minum kopi sebanyak 2 kali. Demi apa, cobaaaa?     Pintu kaca. (Dokpri.)   Kop / Yor Outdoor. (Dokpri.) Kop / Yor Penulisan Kopi Yor menjadi Kop / Yor membuatku memikirkan minuman lain, es kopyor..😅 Pintu kaca dengan bingkai kayu berwarna coklat tua menyambut kami. Nuansa putih, meja yang menempel ke dinding dengan bangku bundar di dekatnya, bangku yang menempel di dinding dengan meja di dekatnya terlihat dalam ruangan ruko 1 pintu ini.   Menu Kop / Yor. (Dokpri)   Signature Coffee Ketika es kopi susu gula aren dan boba mulai menjadi bagian hari-hari menikmati kopi, maka kopi jenis tersebut jadi pilihan kami. Aku masih membutuhkan waktu untuk memilih, karena...

Aku (Lebih) Memilih Kopi Rasa Pahit

    Kopi dingin. (Dokpri.) "Kopinya, enak?" Sebuah pertanyaan muncul, setelah seseorang meminta izin untuk memotretku. Aku mengiyakan, dan melanjutkan kegiatan bacaku. Aku membawa buku Ikan-ikan Mati karya Roy Saputra yang baru kubeli beberapa hari sebelumnya. Aku tersenyum simpul. "Pahit." jawabku. Dalam waktu yang sangat singkat sebelum aku menjawab pertanyaannya, aku sedang memikirkan jawaban versi lengkap. Dalam waktu yang sangat singkat sebelum aku menjawab pertanyaannya, aku memikirkan jawaban apa yang sangat diinginkan oleh si penanya. "Selera itu sangat subjektif dan tidak diperdebatkan. Tidak perlu, malah. Setiap hal yang bersifat subyektif, tentu saja tidak bisa dijadikan landasan untuk menentukan mana yang lebih baik, mana yang lebih enak, mana yang lebih kewren, dan sebagainya, dan seterusnya, sampai gerhana matahari yang menggelapkan semesta datang lagi.." :) "Kalo aku bilang enak, tak tentu orang lain akan mengatakan hal yang sama. S...

Kopi Janji Jiwa Jilid 391

  Janji Jiwa . (Dokpri.)   Jilid 391 (Dokpri.) Sore itu, kami berencana ngopi di sebuah kedai kopi yang lokasinya berada dalam tempat wisata lokal. Ternyata, terlalu sore untuk kami ketika tiba di lokasi. Pagar besarnya sudah tutup! Seorang petugas berjalan membelakangi kami dengan membawa kunci gerbang yang berukuran besar. Maka, kami berbalik arah mencari tempat terdekat untuk ngopi. Kedai kopi terdekat adalah Janji Jiwa Jilid 391. Maka, mampirlah ke sana.   Lantai 2  Berada pada jajaran ruko, kedai kopi menggunakan 2 lantai untuk pengunjung. Di lantai 1, ada ruang in-door maupun outdoor untuk pengunjung.  Di lantai 2, ada beberapa spot meja dan kursi. Ada bagian lantai 2 yang berfungsi seperti balkon. Maksimalisasi ruangan terlihat jelas pada penataan tempat duduk.   Tempat duduk unik. (Dokpri.)     Lampu-lampu seolah melayang. (Dokpri.)   Dengan kursi di sebelah luar kursi bulat . (Dokpri.)   Seperti balkon . (Dokpri)    ...

Kopi Lain Hati M.Isa

    Kopi Lain Hati (Dokpri.)   Discalimer : Foto ini diambil Desember tahun 2019 Kali pertama mampir ke kedai kopi ini, pengunjung masih belum rame.Ruangannya tidak begitu besar. Dominasi putih pada ruangan satu pintu ruko ini segera menyergap mata, begitu memasuki kedai kopi ini. Langit-langit yang relatif tinggi memberikan rasa lega. Ada beberapa kutipan yang menempel di dinding.Dan, beberapa bunga mungil di sebelah atas sana. Ada sofa juga. Di sebelah sini, ada beberapa meja yang dikelilingi beberapa kursi.   Beberapa kutipan di dinding. (Dokpri)         Anggrek (Dokpri)     Signature Coffee   Nama-nama kopinya sangat menarik. Signaturenya? Banyak.. :) Menurutku, nama-nama yang menarik itu sudah menjadi signature kedai kopi ini.. ^^ Dokpri. Kopi masih panas, ketika bentuk hati di permukaan kopi sudah mulai tak berbentuk.Sudah waktunya segera dihabiskan. 😊 (RS) ***  

Distraksi Kopi

  Distraksi Kopi. Dokpri . Distraksi Kopi berada tidak jauh dari LRT Demang Lebar Daun. Berjalan kaki sejauh 30 meter, sampailah sudah. Selain Distraksi Kopi, ada beberapa kedai kopi lain yang berada di sisi jalan yang sama dengan Distraksi Kopi pada Jalan Demang Lebar Daun di kotaku. Namanya sudah berganti. Sebelum namanya Distraksi Kopi, sebelum aku sempat mampir ke sana, sebelum sempat mencicipi beberapa signature kopi, sebelum ada foto-foto di kedai dengan nama terdahulu, nama kedai sudah berganti.   Apakah suasananya beda ? Entah! Apakah suasananya sama ? Entah! 😉   Distraksi Kopi Di bagian teras kedai kopi yang menggunakan bangunan rumah di pinggir jalan ini, ada beberapa pengunjung sedang bercengkrama. Di bagian dalam kedai kopi, sebuah ruangan dibatasi dinding separuh ruangan. Aku memilih ruangan sebelah dalam. Dan, melihat edelweis diletakkan di atas beberapa meja bulat yang ada.   Duduk di bangku yang menempel pada dinding, aku menikmati Paper Towns. ...

Coffee Style

Coffee Style Turun dari setasiun LRT Cinde, langsung ketemu Coffee Style. Salah satu kedai kopi yang terdekat dari sejumlah setasiun LRT di kota ini. Begaye banget, emang.. 😄 Lantai dari stasiun LRT Cinde Menggunakan ruko 2 lantai, kedai kopi yang dibagi menjadi beberapa ruang menggunakan sekat kaca yang bikin kedai ini terasa menyenangkan. Ada smoking area, ada working space juga.. 😁 Working place Aku ke lantai 2 untuk menikmati tayangan live pesbuk aksi jalan kaki aktivis lingkungan,Togu Simorangkir bersama tim 11, dari Toba ke Istana Negara hari ke-11 ditemani kopi pandan sambil melihat kesibukan lalu lintas. 😄 Ada yang ngikutin jugakah perjalanan mereka?? ☝️ Hari ini perjalanan hari ke-22, besok perjalanan hari ke-23. Jarak yang ditempuh sekitar 1800an km. Jadi, masih ga terlambat kalo ngikutin dari besok.. 😉 Stasiun LRT tampak menggantung. Dokpri . Ga mau minum kopi, ada minuman non kopi. Camilan juga ada. Bahkan makanan berat seperti nasi goreng pun ada. Mau pesan camilan, ta...

Kopi Perjuangan

  Dokpri. Setelah melewati 2 alamat, Kopi Perjuangan yang kudatangi kali ini berada di alamat yang ke-3. Aku belum pernah mendatangi Kopi Perjuangan di 2 alamat sebelumnya. Namun, ketika memeriksa ke Google Map, aku menyadari alamat terbarunya masih belum diperbarui. Entah kini.. 😅 Dokpri. Kopi Perjuangan berada di lokasi yang sangat tak biasa . Pertama, bukan berada di jalan besar atau jalan utama. Kedua, tidak berlokasi di dekat perkantoran, pusat perbelanjaan atau di dalam mall. Ketiga, berada dalam halaman rumah seseorang dan berada di lantai 2. Sungguh sangat tak biasa! Dari lt. 2 Aku mengetahui tentang kedai kopi ini dari kolega yang tak sengaja melihat plang kedai kopi ketika melintas di jalan kecil tersebut. Berada di perumahan penduduk yang berada di belakang sebuah mall, plang di tepi jalan bukanlah hal istimewa. Ada praktek dokter, ada fotokopi, ada toko kecil, terlihat dari plang yang ada di sisi kiri dan kanan jalan. Maka ketika terlihat ada plang kedai kopi, akulah y...