Bazaar Buku. Dokpri. Catatan: Januari 2021 Juni tahun lalu, aku sempat menuliskan bahwa aku tidak akan beli buku lagi sampai akhir tahun 2020. Bahkan, jika jumlah bukuku yang belum baca digabungkan dengan buku-buku Soya, seorang pembeli buku garis keras, maka daftar buku yang akan dibaca masih cukup banyak sampai 2 tahun mendatang. Artinya 2 tahun sejak Juni 2020 (sampai Juni 2022), sekalipun mampir ke toko buku, aku belum perlu boyong buku baru lagi. Memahami kelemahan sendiri terhadap daya tarik buku bagus nan murah, aku memutuskan untuk tidak sering-sering mampir ke toko buku. Godaan untuk belanja buku masih sulit diabaikan. Adanya pembatasan kegiatan luar disebabkan masa-masa pendemi ini justru menambah barisan alasan untuk tidak sering-sering ke toko buku. Seorang pembeli buku sejati tahu, betapa sulitnya menahan diri untuk tidak melihat buku judul-judul baru di toko buku tanpa membawanya pulang.. ;) Hal tersebut semakin didukung dengan adanya tok...
Tur kedai kopi, tentang kopi, camilan kedai kopi, signature coffee, buku dan kopi