Langsung ke konten utama

Buku-buku Baru Sebelum Susun Daftar Baca Baru

 

Aku tidak berencana beli buku dulu sampai ahir tahun. Tumpukan buku yang merupakan daftar baca dan masuk daftar baca sejak awal tahun, masih ada. Masih belum rampug baca sekalipun sudah berlalu 10 bulan. Sebagian besar dari buku-buku itu malah baru dibaca separuhnya. Ada yang baru seperempat bagian buku. Ada juga baru beberapa halaman. Masih cukup untuk dibaca sampai akhir tahun.

Namun, kemungkinan beli buku di tahun ini tinggal beberapa minggu lagi. Jadi, aku memutuskan mampir ke toko buku dan beli beberapa buku. Mumpung masih ada bazaar buku.

Setelah mengunjungi 2 toko buku besar, berkeliling diantara tumpukan buku, akhirnya aku mengambil 8 buku setelah memilih diantara buku-buku lain yang juga berencana akan dibawa pulang.

Delapan buku tersebut, antara lain: Selamat Malam untuk Presiden, Peyempuan Nelangsa, Potret, Ompung Odong-odong, Q & A, Kedai 1002 Mimpi, Apres Le Mariage, Travel Young.

Biasanya, buku baru baru akan mendapat giliran dibaca setelah buku-buku yang jadi daftar baca di waktu sebelumnya sudah rampung baca. Kali ini, aku secara spontan buka semua plastiknya dan membaca bagian prolog sebagian besar buku.

Tulisan yang beragam selalu menyenangkan untuk dinikmati. Aku menyukai banyak; kumpulan puisi, roman, biografi, misteri, catatan perjalanan. Tentu saja sepanjang kecintaan terhadap buku, membaca dan literasi terus dijaga dan dipelihara.

Naaaah.. Apakah aku akan merampungkan buku-buku ini sebelum tahun ini berlalu? Apakah aku akan menyelesaikan baca buku-buku ini sebelum menyusun daftar baca buku yang baru? Atau, akan jadi sekedar bagian dari buku-buku yang disukai ketika masih berplastik dan berhenti diselami setelah plastiknya sudah dilepas. Atau, akan menjadi bagian dari tumpukan buku-buku yang masih belum dibaca sampai berbulan-bulan keudian. Entahlah. 😄

***

Di sisi lain, Soya, seorang penyuka baca dan beli buku, mengabarkan padaku bahwa BBW (Big Bad Wolf) sedang akan terlaksana. Dan, Soya ingin sekali mendatangi BBW tahun ini di Jakarta. Soya sudah pernah beberapa kali mendatangi BBW dan memborong puluhan buku pulang. Terakhir kali dia ke sana, aku memilih beberapa judul buku untuk dibelinya melalui foto-foto yang dikirimkannya padaku. Dan untuk memilih diantara puluhan judul buku benar-benar menguras perasaan. Hehehe.. J

Sekalipun tidak dilaksanakan selama 24 jam non-stop seperti tahun-tahun sebelumnya, Soya yakin kemeriahan bazaar buku tak akan kalah. Tetapi, Soya tidak yakin bisa pergi. Dia masih belum cerita, apa yang menahannya untuk berangkat.

Aku mengingatkan Soya, bahwa sudah ada layanan BBW secara online.

Apakah Soya sudah kehabisan buku-buku yang akan dibaca sehingga Soya ingin sekali belanja buku lagi? Ow, tentu tidak.

Koleksi bukunya masih cukup walaupun dia tidak beli buku dulu selama 2 – 3 tahun mendatang. Hehehehe.. Sensasi berada diantara jutaan buku dengan pilihan ratusan sampai puluh-ribuan judul buku membuatnya sangat bersemangat dan merindukan nuansa bazaar BBW.

Kami nyaris selalu seperti itu. Punya kebiasaan yang sama. Beli buku baru sekalipun masih ada buku yang dalam sampul plastik di rumah. Beli buku baru, sebelum susun daftar buku-buku yang akan dibaca. Beli saja dulu, baca kemudian.. 😉

***

 

Had posted on Kompasiana

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi | Kita Masih Akan di Sini

  Kita masih di sini ketika matahari beranjak pulang. Kita masih di sini ketika pendar-pendar jingga penuhi cakrawala di bagian barat Bumi. Kita masih di sini ketika bintang-bintang bersiap-siap dansa di langit cerah   Dalam banyak hari, bersama-sama kita menyaksikan… …langit menceritakan banyak kisah cinta mengagumkan. …hujan menyanyikan kisah cinta yang diceritakan langit.   Dan, kita masih di sini... untuk terus mengisi ruang hati kita dengan gema tawa kita... untuk memenuhi langit-langit ruang dengan lelucon konyol yang hanya kita yang mengerti. Demi senyum mereka, orang-orang yang peduli pada kita.. Demi senyum kita, kala mengingat peristiwa ini kelak..   Namun,, waktu-waktu seperti itu akan tiada. Hari-hari kemaren, yang berhembus dengan cepat dan menghilang. Hari-hari lalu menyisakan ingatan untuk dikenang.   Dalam sekejap, kau tidak lagi di sini.. Dalam sekejap, kau menuju daerah yang lebih dekat dengan cahaya mataha...

Buku #9 - Love Rosie (Where Rainbows End)

      Love, Rosie (dokpri.) Judul novel: Where Rainbows End  Tahun terbit: 2004 Penulis: Cecelia Ahern Penerjemah: Monica Dwi Chresnayani Hal: 632 halaman Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun: 2015   Love Rosie (Where Rainbows End) : Menjadi Sahabat Penamu Seumur Hidupku Aku masih ingat betapa membahagiakannya ketika mendapatkan surat dari seorang sahabat. Dulu. Dulu sekali. Entah kapan? Hehehehe… Novel Where Rainbow End telah difilmkan. Judulnya menjadi Love, Rosie. Film Love, Rosie sudah pernah kutonton bertahun-tahun lalu. Aku tidak menonton dari awal. Kemudian aku mendapatkan novel yang menjadi awal film tersebut dan menikmati persahabatan luar biasa antara Rosie Dunne dan Alex Stewart. Pertemanan yang dibangun sejak usia kanak-kanak, bersama-sama melewati masa remaja, saling mendukung di masa dewasa mereka dan terus saling menyayangi dalam segala musim kehidupan hingga melampaui usia separuh baya. *** Keluarga orangtua Rosie Dunne dan orangtua...