Langsung ke konten utama

Kopi Tahun Baru

Kopi hitam

Tahun baru beberapa waktu lalu, kami sanjo ke beberapa rumah kerabat dan sodara. Kumpul-kumpul begini adalah kesempatan sangat baik untuk menikmati semua minuman bersoda yang kita akrabi sejak puluhan tahun lalu. Hehehe.. Kadangkala malah ditawari minuman kaleng lain dengan warna dan rasa yang sangat beraneka. Artinya, tuan rumah menyediakan banyak pilihan.. 😄 

Kesempatan kumpul yang jarang didapatkan ini dimanfaatkan seorang adek untuk mengajak ngopi.

"Kak, ngopi kita?" tanyanya.
"Iya, dong.." jawabku.

Mendengar percakapan kami, adek-adek yang lain tertawa. Salah seorang malah nyeletuk,"Sudah jauh sampe ke Tahun Baru. Minumnya malah kopi.."

Mau minum kopi itu, mesti seduh air panas. Karena hanya dengan air baru mendidihlah, aroma kopi lebih kuat menguar. Sembari menunggu, kami bisa berbincang. Selain kopi adalah minuman tak biasa yang disajikan pada tamu, kelak mereka akan mengingat seseorang tak biasa minum minuman tak biasa di Tahun Baru.. hehehehe.. 😄😄

"Gimana,kak? Sudah pas kopi kakak?" tanya si adik yang mengajak minum kopi.
Gelas kedua untuk kami berdua di 2 rumah yang berbeda.
"Pas. Enak, neh.." sahutku sambil lanjut menyeruput.
"Makasih, ya.." lanjutku.

"Emangnya, kopi kakak yang bagemana yang pas?" tanya yang lain.
"Kakak suka yang pahit." jawab si adik yang bikinkan kopi untukku.
"Yang terasa pahit, pas muncul manisnya. Kopi Tahun Baru" sahutku sambil tersenyum.

Gitu. 😘

(RS)






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Buku-buku Baru Sebelum Susun Daftar Baca Baru

  Aku tidak berencana beli buku dulu sampai ahir tahun. Tumpukan buku yang merupakan daftar baca dan masuk daftar baca sejak awal tahun, masih ada. Masih belum rampug baca sekalipun sudah berlalu 10 bulan. Sebagian besar dari buku-buku itu malah baru dibaca separuhnya. Ada yang baru seperempat bagian buku. Ada juga baru beberapa halaman. Masih cukup untuk dibaca sampai akhir tahun. Namun, kemungkinan beli buku di tahun ini tinggal beberapa minggu lagi. Jadi, aku memutuskan mampir ke toko buku dan beli beberapa buku. Mumpung masih ada bazaar buku. Setelah mengunjungi 2 toko buku besar, berkeliling diantara tumpukan buku, akhirnya aku mengambil 8 buku setelah memilih diantara buku-buku lain yang juga berencana akan dibawa pulang. Delapan buku tersebut, antara lain: Selamat Malam untuk Presiden , Peyempuan Nelangsa , Potret , Ompung Odong-odong , Q & A, Kedai 1002 Mimpi , Apres Le Mariage , Travel Young . Biasanya, buku baru baru akan mendapat giliran dibaca setelah buk...

Puisi | Kita Masih Akan di Sini

  Kita masih di sini ketika matahari beranjak pulang. Kita masih di sini ketika pendar-pendar jingga penuhi cakrawala di bagian barat Bumi. Kita masih di sini ketika bintang-bintang bersiap-siap dansa di langit cerah   Dalam banyak hari, bersama-sama kita menyaksikan… …langit menceritakan banyak kisah cinta mengagumkan. …hujan menyanyikan kisah cinta yang diceritakan langit.   Dan, kita masih di sini... untuk terus mengisi ruang hati kita dengan gema tawa kita... untuk memenuhi langit-langit ruang dengan lelucon konyol yang hanya kita yang mengerti. Demi senyum mereka, orang-orang yang peduli pada kita.. Demi senyum kita, kala mengingat peristiwa ini kelak..   Namun,, waktu-waktu seperti itu akan tiada. Hari-hari kemaren, yang berhembus dengan cepat dan menghilang. Hari-hari lalu menyisakan ingatan untuk dikenang.   Dalam sekejap, kau tidak lagi di sini.. Dalam sekejap, kau menuju daerah yang lebih dekat dengan cahaya mataha...

Buku #9 - Love Rosie (Where Rainbows End)

      Love, Rosie (dokpri.) Judul novel: Where Rainbows End  Tahun terbit: 2004 Penulis: Cecelia Ahern Penerjemah: Monica Dwi Chresnayani Hal: 632 halaman Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun: 2015   Love Rosie (Where Rainbows End) : Menjadi Sahabat Penamu Seumur Hidupku Aku masih ingat betapa membahagiakannya ketika mendapatkan surat dari seorang sahabat. Dulu. Dulu sekali. Entah kapan? Hehehehe… Novel Where Rainbow End telah difilmkan. Judulnya menjadi Love, Rosie. Film Love, Rosie sudah pernah kutonton bertahun-tahun lalu. Aku tidak menonton dari awal. Kemudian aku mendapatkan novel yang menjadi awal film tersebut dan menikmati persahabatan luar biasa antara Rosie Dunne dan Alex Stewart. Pertemanan yang dibangun sejak usia kanak-kanak, bersama-sama melewati masa remaja, saling mendukung di masa dewasa mereka dan terus saling menyayangi dalam segala musim kehidupan hingga melampaui usia separuh baya. *** Keluarga orangtua Rosie Dunne dan orangtua...