Langsung ke konten utama

Buku #9 - Love Rosie (Where Rainbows End)

 

 

Love, Rosie (dokpri.)

Judul novel: Where Rainbows End 
Tahun terbit: 2004
Penulis: Cecelia Ahern
Penerjemah: Monica Dwi Chresnayani
Hal: 632 halaman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 2015

 

Love Rosie (Where Rainbows End) : Menjadi Sahabat Penamu Seumur Hidupku

Aku masih ingat betapa membahagiakannya ketika mendapatkan surat dari seorang sahabat. Dulu. Dulu sekali. Entah kapan? Hehehehe…

Novel Where Rainbow End telah difilmkan. Judulnya menjadi Love, Rosie. Film Love, Rosie sudah pernah kutonton bertahun-tahun lalu. Aku tidak menonton dari awal. Kemudian aku mendapatkan novel yang menjadi awal film tersebut dan menikmati persahabatan luar biasa antara Rosie Dunne dan Alex Stewart. Pertemanan yang dibangun sejak usia kanak-kanak, bersama-sama melewati masa remaja, saling mendukung di masa dewasa mereka dan terus saling menyayangi dalam segala musim kehidupan hingga melampaui usia separuh baya.

***

Keluarga orangtua Rosie Dunne dan orangtua Alex Stewart bertetangga.  Rosie dan Alex berteman sejak saat itu. Sejak mereka berusia 5 tahun. Rosie adalah anak kedua dari 3 bersaudara, sedangkan Alex adalah anak bungsu dari  3 bersaudara. Kedekatan mereka berdua bukan hanya di rumah, namun juga di sekolah. Persahabatan mereka bertumbuh dan berkembang seiring waktu.

Ketika Alex dan Rosie telah di jenjang SMA, keluarga Alex harus meninggalkan Dublin dan memutuskan tinggal di Boston. Dengan hati yang patah, Alex harus menerima kenyataan berpisah selamanya dengan Rosie.

Pada pesta dansa SMA mereka, Alex berencana kembali ke Dublin untuk mendampingi Rosie. Namun, penerbangan Alex dibatalkan. Maka, Rosie menerima tawaran Brian untuk menjadi pendamping dalam acara perpisahan SMA, prom night. Yang berakhir dengan malapetaka. Brian terlalu mabuk, lalu meniduri Rosie. Rosie hamil! Brian menolak bertanggung jawab. Maka, dimulailah hari-hari berat Rosie sejak mengandung bayinya.

Maka, dimulailah hari-hari Alex tanpa bisa berbicara dengan Rosie. Hati Alex patah lagi mengetahui apa yang terjadi pada Rosie. Setelah menyesali diri berbulan-bulan, Alex kembali menjalin surat menyurat dengan Rosie. Dengan penyesalan mendalam, Alex berjanji akan terus menyurati Rosie, dan mengikuti perkembangan putri Rosie, Katie. Sejak masa-masa awal hidup Katie, Alex menjadi bapak baptis Katie.

***

Setelah 3 pernikahan: pernikahan Alex & Sally, pernikahan Rosie & Greg, pernikahan Stephanie & Pierre; setelah pemakaman ayah Rosie, dan ratusan surat baik fisik maupun elektronik yang mengalir antara Rosie dan Alex, hubungan mereka bertumbuh menjadi lebih baik. Kedekatan yang membuat mereka bisa saling bersandar dan percaya. Masing-masing menjadi pendukung terbesar bagi yang lainnya untuk rencana dan mimpi-mimpi baru.

Selama bertahun-tahun, melewati puluhan perayaan ulang-tahun, thanksgiving dan Natal. Selama bertahun-tahun saling berkirim ucapan selamat ulang-tahun, Natal & Tahun Baru. Selama bertahun-tahun, berkomunikasi lewat email, telepon dan surat. Selama bertahun-tahun menyaksikan semua musim kehidupan masing-masing. Selama bertahun-tahun persahabatan, Alex dan Rosie makin akrab dan menjadi dekat dengan sahabat masing-masing. Tiada hari yang berlalu tanpa saling bertukar kabar, cerita dan berita tentang kehidupan masing-masing.

Setelah Alex bertemu lagi dengan Bethany, pacar pertama Alex; setelah Brian kembali dan ingin menjadi dekat dengan Katie; setelah percakapan berjam-jam Alex dengan Phil, saudara laki-lakinya; setelah perceraian Rosie dan keputusannya meninggalkan kotanya; setelah menyaksikan hubungan pertemanan Katie dan sahabatnya sejak kecil, Toby; setelah percakapan berjam-jam dengan Stephanie, kakaknya dan Rubie, sahabatnya; Rosie menyadari sesuatu.

Akhirnya, Rosie menyadari bahwa cintanya hanya pada Alex. Akhirnya, Alex memiliki keberanian untuk menyatakan cinta pada Rosie. Cinta yang tumbuh melewati berbagai kemelut, kesulitan, pergumulan dan naik-turunnya musim kehidupan.

Cinta pada sahabat kanak-kanak.

***

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Buku-buku Baru Sebelum Susun Daftar Baca Baru

  Aku tidak berencana beli buku dulu sampai ahir tahun. Tumpukan buku yang merupakan daftar baca dan masuk daftar baca sejak awal tahun, masih ada. Masih belum rampug baca sekalipun sudah berlalu 10 bulan. Sebagian besar dari buku-buku itu malah baru dibaca separuhnya. Ada yang baru seperempat bagian buku. Ada juga baru beberapa halaman. Masih cukup untuk dibaca sampai akhir tahun. Namun, kemungkinan beli buku di tahun ini tinggal beberapa minggu lagi. Jadi, aku memutuskan mampir ke toko buku dan beli beberapa buku. Mumpung masih ada bazaar buku. Setelah mengunjungi 2 toko buku besar, berkeliling diantara tumpukan buku, akhirnya aku mengambil 8 buku setelah memilih diantara buku-buku lain yang juga berencana akan dibawa pulang. Delapan buku tersebut, antara lain: Selamat Malam untuk Presiden , Peyempuan Nelangsa , Potret , Ompung Odong-odong , Q & A, Kedai 1002 Mimpi , Apres Le Mariage , Travel Young . Biasanya, buku baru baru akan mendapat giliran dibaca setelah buk...

Puisi | Kita Masih Akan di Sini

  Kita masih di sini ketika matahari beranjak pulang. Kita masih di sini ketika pendar-pendar jingga penuhi cakrawala di bagian barat Bumi. Kita masih di sini ketika bintang-bintang bersiap-siap dansa di langit cerah   Dalam banyak hari, bersama-sama kita menyaksikan… …langit menceritakan banyak kisah cinta mengagumkan. …hujan menyanyikan kisah cinta yang diceritakan langit.   Dan, kita masih di sini... untuk terus mengisi ruang hati kita dengan gema tawa kita... untuk memenuhi langit-langit ruang dengan lelucon konyol yang hanya kita yang mengerti. Demi senyum mereka, orang-orang yang peduli pada kita.. Demi senyum kita, kala mengingat peristiwa ini kelak..   Namun,, waktu-waktu seperti itu akan tiada. Hari-hari kemaren, yang berhembus dengan cepat dan menghilang. Hari-hari lalu menyisakan ingatan untuk dikenang.   Dalam sekejap, kau tidak lagi di sini.. Dalam sekejap, kau menuju daerah yang lebih dekat dengan cahaya mataha...