Langsung ke konten utama

Buku #19 - Kill Me if You Can

Dokpri.

 
 Judul novel: Kill Me if You Can
Tahun terbit: 2011
Penulis: James Patterson dan Marshall Karp
Penerjemah: Brigida Ruri
Hal.: 408 halaman, 19 cm
Penerbit: Spring
Tahun 2018
 

Kill Me if You Can: Kehidupan Lain yang Mendebarkan

Bagaimana jika ada kehidupan lain yang lebih hidup dan mendebarkan yang sangat ingin kau jalani, yang setara dengan nilai hidupmu? Akankah kau menukarnya dengan kehidupan normal, rutin dan biasamua? Atau, akanlah kau menjalani keduanya dengan baik?

Buku ini berkisah tentang seseorang yang memutuskan untuk memiliki 2 kehidupan berbeda; sebagai mahasiswa dan pembunuh bayaran.

***

Matthew Bannon adalah seorang mahasiswa seni seorang universitas. Sebagai bagian dari keluarga militer, Matthew mewarisi tradisi keluarga dengan masuk militer. Setelah beberapa tahun bertugas, Matthew memutuskan mengundurkan diri dari militer dan kembali ke kehidupan kampus.

Suatu hari, ketika dalam sebuah stasiun kereta api, Matthew menemukan menemukan berlian dalam sebuah tas medis di sebuah loker. Ternyata, berlian-berlian tersebut sedang diperebutkan beberapa gangster.

Yang tidak banyak diketahui orang-orang di sekitarnya, Matthew memiliki kehidupan yang sama sekali lain, selain menjadi mahasiswa dan tinggal di apartemen nyaman. Selain ayahnya dan beberapa teman  dekat yang tinggal di gedung apartemen yang sama,tidak ada yang tahu pekerjaan lain Matthew.

***

Ghost adalah seorang pembunuh bayaran yang sangat disegani, baik sesama pembunuh bayaran maupun para klien. Para klien selalu puas atas hasil kerja Ghost. Sebelum memutuskan untuk mundur dari pekerjaannya yang satu ini, Ghost menerima pekerjaan baru; mengambil sebuah tas medis yang berisi berlian. Terlibat dalam konflik yang memperebutkan berlian pemilik kartel, beberapa klien, dengan menyewa pembunuh bayaran, mulai memburu Ghost.

Ketika yang mengejar Ghost memperoleh info bahwa Matthew Bannonlah yang menemukan tas berlian tersebut, mereka pun mengejar Matthew Bannon.

Ghost dan Matthew Bannon diburu-buru oleh para pemburu bayaran.

Matthew Bannon memutuskan membawa serta Katherine Sanborne, kekasihnya yang adalah seorang professor jurusan rupa. Para pemburu pun ikut memburu Katherine. Dengan alasan berlibur, Matthew mengajak Katherine meninggalkan kota mereka.

Ghost alias Matthew Bannon melarikan diri, melintasi negeri-negeri di Eropa. Dengan membawa berlian-berlian tersebut dalam pelarian.

 

Bagaimana Matthew bisa memutuskan menjadi pembunuh bayaran? Apakah dia memanfaatkan kemampuannya di militer untuk pekerjaan yang tidak pernah dibayangkannya akan dihidupi dan dijalaninya?

Well, hidup memang menyediakan banyak plot-twist…

***

 

Had posted on Kompasiana

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Buku-buku Baru Sebelum Susun Daftar Baca Baru

  Aku tidak berencana beli buku dulu sampai ahir tahun. Tumpukan buku yang merupakan daftar baca dan masuk daftar baca sejak awal tahun, masih ada. Masih belum rampug baca sekalipun sudah berlalu 10 bulan. Sebagian besar dari buku-buku itu malah baru dibaca separuhnya. Ada yang baru seperempat bagian buku. Ada juga baru beberapa halaman. Masih cukup untuk dibaca sampai akhir tahun. Namun, kemungkinan beli buku di tahun ini tinggal beberapa minggu lagi. Jadi, aku memutuskan mampir ke toko buku dan beli beberapa buku. Mumpung masih ada bazaar buku. Setelah mengunjungi 2 toko buku besar, berkeliling diantara tumpukan buku, akhirnya aku mengambil 8 buku setelah memilih diantara buku-buku lain yang juga berencana akan dibawa pulang. Delapan buku tersebut, antara lain: Selamat Malam untuk Presiden , Peyempuan Nelangsa , Potret , Ompung Odong-odong , Q & A, Kedai 1002 Mimpi , Apres Le Mariage , Travel Young . Biasanya, buku baru baru akan mendapat giliran dibaca setelah buk...

Puisi | Kita Masih Akan di Sini

  Kita masih di sini ketika matahari beranjak pulang. Kita masih di sini ketika pendar-pendar jingga penuhi cakrawala di bagian barat Bumi. Kita masih di sini ketika bintang-bintang bersiap-siap dansa di langit cerah   Dalam banyak hari, bersama-sama kita menyaksikan… …langit menceritakan banyak kisah cinta mengagumkan. …hujan menyanyikan kisah cinta yang diceritakan langit.   Dan, kita masih di sini... untuk terus mengisi ruang hati kita dengan gema tawa kita... untuk memenuhi langit-langit ruang dengan lelucon konyol yang hanya kita yang mengerti. Demi senyum mereka, orang-orang yang peduli pada kita.. Demi senyum kita, kala mengingat peristiwa ini kelak..   Namun,, waktu-waktu seperti itu akan tiada. Hari-hari kemaren, yang berhembus dengan cepat dan menghilang. Hari-hari lalu menyisakan ingatan untuk dikenang.   Dalam sekejap, kau tidak lagi di sini.. Dalam sekejap, kau menuju daerah yang lebih dekat dengan cahaya mataha...

Puisi | Kecanduan Rasa Sepi

  Laki-laki itu berjalan sendiri melawan arus pejalan kaki. Menunduk dalam diam sambil memerintahkan arah yang dikehendakinya pada kakinya. Abai dengan tatap bingung sekitarnya. Hari-hari berjalan dalam gerak sederhana, hitam dan putih..   Perempuan itu berdiri sendiri di pinggir jembatan yang mulai lapuk di makan usia. Memandang kejauhan sambil mendendangkan lagu lawas dari waktu lampau yang terdengar di telinga. Acuh dengan tatap kasihan sekitarnya. Hari-hari bergerak dalam gerak sederhana, melembut dan melambat.   Mereka, pribadi-pribadi yang menikmati hidup dalam tenangnya angin.. Mereka, pribadi-pribadi yang merentang kenangan dalam sunyinya percakapan keluar.. Mereka, pribadi-pribadi yang terhibur dengan percakapan-percakapan monolog.. ..mereguk sepi laiknya candu. . . . . Laki-laki itu.. Perempuan itu.. Sekali lagi, dia duduk di sudut hatinya yang sepi.. ..dalam senandung sunyi yang digemakannya sendiri..   PS: Untuk...