Langsung ke konten utama

Buku #22 - Cerita Cinta Enrico

Dokpri.
 

Judul: Cerita Cinta Enrico
Karya: Ayu Utami
Hal.: vii + 244 halaman
Penerbit: PT Gramedia
Tahun: 2012
 

Cerita Cinta Enrico : Mencari Kemerdekaan di Negeri yang Telah Merdeka

Ketika Rene Louis Conrad, seorang mahasiswa ITB, tertembak di depan gerbang kampusnya (hal 131); ketika Prasetya Riksa, mahasiswa tambang ITB angkatan 77, mati dilindas panser (hal 133); ketika pemberontakan PRRI [Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia] di Padang terjadi tahun 1958 (hal 12); ketika bayi Enrico bersama orangtua dan kakak perempuannya, Sanda, bergerilya di hutan belantara. Maka semua ketika tersebut ada dalam Cerita Cinta Enrico.

Ayu Utami menuliskan perjalanan hidup Enrico yang melewati masa kanak-kanak dan remaja di Padang kemudian melanjutkan perkuliahan ke Bandung. Demi merdeka. Demi bebas.

***

Syrnie Masmirah mengidolakan Enrico Caruso, seorang penyanyi Italia yang mempopulerkan Santa Lucia ke seluruh dunia. Alasan terbesar Syrnie untuk menamai anak lelakinya nama yang sama dengan yang dimiliki oleh penyanyi tersebut adalah Enrico Caruso sangat mencintai ibunya, bahkan menciptakan sebuah lagu untuk ibu tercinta. Maka Syrne menamai anak ke-2nya dengan nama tersebut dengan doa dan harapan agar kelak akan mendapatkan cinta anakanya sama seperti cinta penyanyi Enrico kepada ibunya. Dan, benar, Enrico sangat mencintai Syrnie, ibunya.

Ayah dan ibu Enrico mengalami pernikahan yang tidak direstui dua pihak keluarga. Keadaan tersebut tidak menyurutkan langkah Syrne. Cinta Syrne pada Muhamad Irsad, suaminya yang adalah tentara berpangkat Letda, membuatnya rela menempuh perjalanan jauh hingga ke hutan-hutan di Sumatera.

Prasetya Riksa memiliki panggilan sayang dari ibunya Rico; Enrico. Dia menjalani kehidupan kanak-kanak pada masa pemberontakan PRRI. Sehari setelah dilahirkan, Enrico dibawa masuk ke belantara Sumatera dan menjadi bayi gerilya.

Selanjutnya Enrico melihat perjuangan ibunya bekerja keras menjaga seluruh anggota keluarga untuk bisa perut tetap terisi dan badan tetap hangat.

Bertahun-tahun kemudian, Enrico memutuskan untuk kuliah ke ITB dan menjadi aktivis mahasiswa. Masa di mana, Enrico menyaksikan suara-suara kebebasan kaum muda dibungkam dengan kekerasan.

***

Aku kira pastilah ada banyak kisah dengan latar belakang peristwa sejarah negeri ini, baik kisah kelam maupun kisah menakjubkan. Cerita Cinta Enrico adalah sedikit dari banyak cerita yang dicatatkan dengan menyertakan peristiwa bersejarah. Lalu kita baca dan ketahui. Sehingga kita bisa yakin dan sepakat, negeri ini berhutang kepada pahlawan-pahlawan dengan nama tak pernah dicatatkan yang mengambil bagian dari perjuangan negeri ini.

Juga catatan tentang alasan dibalik bagaimana berubahnya awal tahun ajaran baru dari Desember jadi Juli; mahasiswa tidak boleh berkegiatan politik, lalu dibuat bingung dengan meliburkan seluruh kampus selama satu semester.

***

Seberapa besar kita tahu bahwa kita mencintai ibu kita?

Enrico, karena sangat mencintai ibunya, menunggu sampai mahasiswa untuk menikmati kebebasannya. Dalam pikirannya, jika dia bersekolah di Bandung jauh dari ibunya, dia akan merdeka untuk melakukan apa yang ibunya tak ingin dia lakukan. Enrico ingin merokok. Enrico ingin berjudi. Enrico ingin melupakan agama. Enrico ingin bercinta.

Demi kebebasan melakukan hal-hal tersebut, dia ingin sekolah yang sangat jauh dari ibunya. Cinta pada merdeka di negeri yang telah merdeka.

***


Had posted on Kompasiana.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Buku-buku Baru Sebelum Susun Daftar Baca Baru

  Aku tidak berencana beli buku dulu sampai ahir tahun. Tumpukan buku yang merupakan daftar baca dan masuk daftar baca sejak awal tahun, masih ada. Masih belum rampug baca sekalipun sudah berlalu 10 bulan. Sebagian besar dari buku-buku itu malah baru dibaca separuhnya. Ada yang baru seperempat bagian buku. Ada juga baru beberapa halaman. Masih cukup untuk dibaca sampai akhir tahun. Namun, kemungkinan beli buku di tahun ini tinggal beberapa minggu lagi. Jadi, aku memutuskan mampir ke toko buku dan beli beberapa buku. Mumpung masih ada bazaar buku. Setelah mengunjungi 2 toko buku besar, berkeliling diantara tumpukan buku, akhirnya aku mengambil 8 buku setelah memilih diantara buku-buku lain yang juga berencana akan dibawa pulang. Delapan buku tersebut, antara lain: Selamat Malam untuk Presiden , Peyempuan Nelangsa , Potret , Ompung Odong-odong , Q & A, Kedai 1002 Mimpi , Apres Le Mariage , Travel Young . Biasanya, buku baru baru akan mendapat giliran dibaca setelah buk...

Puisi | Kita Masih Akan di Sini

  Kita masih di sini ketika matahari beranjak pulang. Kita masih di sini ketika pendar-pendar jingga penuhi cakrawala di bagian barat Bumi. Kita masih di sini ketika bintang-bintang bersiap-siap dansa di langit cerah   Dalam banyak hari, bersama-sama kita menyaksikan… …langit menceritakan banyak kisah cinta mengagumkan. …hujan menyanyikan kisah cinta yang diceritakan langit.   Dan, kita masih di sini... untuk terus mengisi ruang hati kita dengan gema tawa kita... untuk memenuhi langit-langit ruang dengan lelucon konyol yang hanya kita yang mengerti. Demi senyum mereka, orang-orang yang peduli pada kita.. Demi senyum kita, kala mengingat peristiwa ini kelak..   Namun,, waktu-waktu seperti itu akan tiada. Hari-hari kemaren, yang berhembus dengan cepat dan menghilang. Hari-hari lalu menyisakan ingatan untuk dikenang.   Dalam sekejap, kau tidak lagi di sini.. Dalam sekejap, kau menuju daerah yang lebih dekat dengan cahaya mataha...

Puisi | Kecanduan Rasa Sepi

  Laki-laki itu berjalan sendiri melawan arus pejalan kaki. Menunduk dalam diam sambil memerintahkan arah yang dikehendakinya pada kakinya. Abai dengan tatap bingung sekitarnya. Hari-hari berjalan dalam gerak sederhana, hitam dan putih..   Perempuan itu berdiri sendiri di pinggir jembatan yang mulai lapuk di makan usia. Memandang kejauhan sambil mendendangkan lagu lawas dari waktu lampau yang terdengar di telinga. Acuh dengan tatap kasihan sekitarnya. Hari-hari bergerak dalam gerak sederhana, melembut dan melambat.   Mereka, pribadi-pribadi yang menikmati hidup dalam tenangnya angin.. Mereka, pribadi-pribadi yang merentang kenangan dalam sunyinya percakapan keluar.. Mereka, pribadi-pribadi yang terhibur dengan percakapan-percakapan monolog.. ..mereguk sepi laiknya candu. . . . . Laki-laki itu.. Perempuan itu.. Sekali lagi, dia duduk di sudut hatinya yang sepi.. ..dalam senandung sunyi yang digemakannya sendiri..   PS: Untuk...