Langsung ke konten utama

Buku #1 - Tagore dan Masa Kanak


Penulis: Rabindranath Tagore
Penerjemah: Ayu Utami
Penerbit: KPG Gramedia
Tahun: 2011
Halaman: 182 + 10 hal lukisan


Mewariskan Kecintaan Literasi Melalui Cerita Masa Kanak-kanak
”Aku pastilah juga mengoretkan huruf-huruf pertamaku di sana, namun pengalaman masa kanak adalah bagaikan planet yang terletak di lampau langit, tak twewrjangkau teleskop ingatan”. (hal. 143)

“Teras itu, bagiku, adalah padang gurun yang kubaca dalam buku, batas-batasnya yang kabur membentang di segala arah, angin panas memurubkan awan debu, tatkakal langit biru menjadi redup.” (Hal. 145)

Kalimat-kalimat tersebut berada buku Tagore dan Masa Kanak. Betapa kekayaan literasi yang luar biasa!


Tagore dan masa Kanak
 Tagore dan Masa Kanak merupakan kerja sama KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) dengan Kedutaan Besar India di Jakarta dan Indian Council of Cultural Relations New Delhi. 

Berisi kumpulan cerita pendek, buku ini dibagi menjadi 3 bagian besar. Bagian 1 merupakan kumpulan cerita pendek Cerita Lepas; bagian 2 merupakan kumpulan cerita pendek tentang Kakek dan Cucu ; dan bagian 3 merupakan kumpulan cerita pendek Masa Kanak

Mengambil setting waktu dan tempat di India di masa lampau, buku ini bercerita tentang keseharian bocah ketika dongeng dan cerita pengantar tidur menjadi bagian yang tak terpisahkan dengan masa bermain di hidupnya. Ada begitu banyak kultur, budaya dan makanan yang diceritakan dalam cerita pendek yang tersaji dalam 3 bagian.

Nilai-nilai hidup diteruskan kakek kepada cucu melalui dongeng dan kisah sehari-hari. Interaksi kakek dan cucu juga kakek dan teman-teman cucu pun terlihat di beberapa cerita pendek di bagian ke-2 novel ini. Bagaimana kakek mengenalkan tentang mimpi dan memiliki khayalan terlihat ketika kakek melibatkan cucunya dalam cerita-cerita yang dikisahkan sehingga di kemudian hari cucu pun memiliki kekayaan literasi untuk menceritakan kisah yang dirangkai dalam khayalan dan pikirannya.

Bagian ke-3 menceritakan tentang permainan tradisional yang kerap dimainkan; teman-teman yang akan berkumpul di beranda rumah; tentang pakaian-pakaian yang dikenakan jika tamu terhormat datang; tentang orang-orang baru yang datang menjadi kerabat; tentang saudagra-saudagar yang dijumpai kanak-kanak ini melintasi halaman tak berpagar rumah mereka sambil menawarkan dagangan.
***

Tentang Rabindranath Tagore.Tagore adalah seorang penyair, sastrawan asal India. Pada masanya, Tagore mendapat anugerah Nobel dalam bidang Sastra. Sekitar tahun 1927, Tagore pernah mengunjungi Bali dan Jawa. Dengan latar belakang seni dan pendidikan (home-schooling) Rabindranath Tagore, bisa saja ada jejak seni yang tertinggal di beberap tempat yang pernah Tagore kunjungi sebelumnya.

Pada halaman Publisher’s Note, ada beberapa catatan bahwa Tagore menuliskan puisi tentang kunjungannya ke Indonesia, To The Land of Java. 

Tentang Ayu Utami. Wartawan yang pernah bekerja di beberapa majalah ini telah menulis beberapa novel. Si Parasit Lajang, Maya dan biografi Soegija: 100% Indonesia (telah difilmkan) adalah beberapa buku karangan Ayu Utami yang aku sudah selesai baca. Saman dan Cerita Cinta Enrico adalah novel karangan Ayu Utami yang sedang dalam tahap baca saat ini. (RS)


Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Rabindranath_Tagore
https://id.wikipedia.org/wiki/Ayu_Utami

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Buku-buku Baru Sebelum Susun Daftar Baca Baru

  Aku tidak berencana beli buku dulu sampai ahir tahun. Tumpukan buku yang merupakan daftar baca dan masuk daftar baca sejak awal tahun, masih ada. Masih belum rampug baca sekalipun sudah berlalu 10 bulan. Sebagian besar dari buku-buku itu malah baru dibaca separuhnya. Ada yang baru seperempat bagian buku. Ada juga baru beberapa halaman. Masih cukup untuk dibaca sampai akhir tahun. Namun, kemungkinan beli buku di tahun ini tinggal beberapa minggu lagi. Jadi, aku memutuskan mampir ke toko buku dan beli beberapa buku. Mumpung masih ada bazaar buku. Setelah mengunjungi 2 toko buku besar, berkeliling diantara tumpukan buku, akhirnya aku mengambil 8 buku setelah memilih diantara buku-buku lain yang juga berencana akan dibawa pulang. Delapan buku tersebut, antara lain: Selamat Malam untuk Presiden , Peyempuan Nelangsa , Potret , Ompung Odong-odong , Q & A, Kedai 1002 Mimpi , Apres Le Mariage , Travel Young . Biasanya, buku baru baru akan mendapat giliran dibaca setelah buk...

Puisi | Kita Masih Akan di Sini

  Kita masih di sini ketika matahari beranjak pulang. Kita masih di sini ketika pendar-pendar jingga penuhi cakrawala di bagian barat Bumi. Kita masih di sini ketika bintang-bintang bersiap-siap dansa di langit cerah   Dalam banyak hari, bersama-sama kita menyaksikan… …langit menceritakan banyak kisah cinta mengagumkan. …hujan menyanyikan kisah cinta yang diceritakan langit.   Dan, kita masih di sini... untuk terus mengisi ruang hati kita dengan gema tawa kita... untuk memenuhi langit-langit ruang dengan lelucon konyol yang hanya kita yang mengerti. Demi senyum mereka, orang-orang yang peduli pada kita.. Demi senyum kita, kala mengingat peristiwa ini kelak..   Namun,, waktu-waktu seperti itu akan tiada. Hari-hari kemaren, yang berhembus dengan cepat dan menghilang. Hari-hari lalu menyisakan ingatan untuk dikenang.   Dalam sekejap, kau tidak lagi di sini.. Dalam sekejap, kau menuju daerah yang lebih dekat dengan cahaya mataha...

Buku #9 - Love Rosie (Where Rainbows End)

      Love, Rosie (dokpri.) Judul novel: Where Rainbows End  Tahun terbit: 2004 Penulis: Cecelia Ahern Penerjemah: Monica Dwi Chresnayani Hal: 632 halaman Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun: 2015   Love Rosie (Where Rainbows End) : Menjadi Sahabat Penamu Seumur Hidupku Aku masih ingat betapa membahagiakannya ketika mendapatkan surat dari seorang sahabat. Dulu. Dulu sekali. Entah kapan? Hehehehe… Novel Where Rainbow End telah difilmkan. Judulnya menjadi Love, Rosie. Film Love, Rosie sudah pernah kutonton bertahun-tahun lalu. Aku tidak menonton dari awal. Kemudian aku mendapatkan novel yang menjadi awal film tersebut dan menikmati persahabatan luar biasa antara Rosie Dunne dan Alex Stewart. Pertemanan yang dibangun sejak usia kanak-kanak, bersama-sama melewati masa remaja, saling mendukung di masa dewasa mereka dan terus saling menyayangi dalam segala musim kehidupan hingga melampaui usia separuh baya. *** Keluarga orangtua Rosie Dunne dan orangtua...