Langsung ke konten utama

Kedai Kopi Itu ...


Setelah diroasting

Setelah mengunjungi beberapa kedai kopi, menurutku ada beberapa perbedaan mendasar yang kentara antara kedai satu dengan yang lain.

Kategori ini bukan didasarkan atas besar kecilnya kedai kopi yang pernah kukunjungi. Bukan juga berdasarkan kriteria maupun peringkat. Bukan juga berdasarkan dekorasi maupun lokasinya.

Perbedaan ini tampak terutama merujuk pada menu atau layanan yang ditujukan pada para pengunjung kedai kopi tersebut.

Berikut ini pembagian besarnya:
1. Kedai kopi dan resto
Ada beberapa kedai kopi menggandeng kata "resto", "cafe" atau "eatery"

Kedai kopi yang menggandeng salah satu dari kata tersebut biasanya menyediakan makanan berat entah untuk santapan makan siang maupun santapan makan malam.

Dalam daftar menunya tersedia karbohidrat dalam banyak jenis, entah nasi, nasi goreng, semua keluarga mie beserta handai taulan (kwetiau, bihun, spageti, mie gomak, mie goreng), roti, ketela, sagu. Eh?  Juga  lauk pauk aneka rupa.

2. Kedai kopi dan barber
Jika menemukan kata "barber" yang disandingkan dengan kedai kopi, berarti kedai kopi tersebut menyediakan layanan pangkas rambut.

Jika tidak berada di lantai 2, biasanya ruang pangkas rambut berada di sebelah kedai kopi tersebut.

3. Kedai kopi dan roastery
Memanggang bijih kopi itu butuh waktu. Jika harus memanggung minimal 2 kilo bijih kopi sehari, dengan panas merata ke semua bijih untuk mendapatkan tingkat warna matang yang sama, butuh latihan dan kekonsistenan tingkat maksimal. 🙂

Maka, tidak semua kedai kopi memanggang sendiri bijih kopi mereka. 

Sekalipun beberapa kedai kopi lokal adalah kedai kopi franchise yang berarti bijih kopi sudah siap kemas dan tinggal digunakan, tetapi ada juga kedai kopi yang menggunakan layanan kedai kopi roastery untuk memanggangkan bijih kopi mereka.

Atau, kalau mau lebih praktis, membeli bijih kopi yang sudah diroasting.

Kopi Pulang adalah salah satu kedai kopi lokal yang menjual bijih kopi yang sudah diroasting. Calon pembeli bahkan bisa memilih dulu bijih kopi mentah yang mau diroasting sebelum dibawa pulang. Ya mbayarlaaah. Moso' gratis.. ðŸ˜…

4. Kedai kopi dan ruang
Ada kedai kopi yang menyediakan ruang untuk pertemuan atau rapat. Tentu saja harus dipesan beberapa hari sebelum penggunaan dan ada ketentuan jumlah peserta juga durasi waktu penggunaan ruang.

5. Kedai kopi featuring camilan
Sekalipun ga banyak jenisnya, ada kedai kopi yang menyediakan camilan.
Ada kedai kopi yang menyediakan donat saja. Ada juga yang menyediakan kuweh tradisional,  Ada yang menyediakan pilihan antara roti bakar, pisang goreng atau kentang goreng. Dan, sebagiannya termasuk karbo.. 😅

Yang penting ada camilan, toh.. 😄

6. Kedai kopi tanpa camilan.
Dan, ada kedai kopi yang tanpa camilan. Hanya kopi yang ada beserta teman-temannya! Mulai dari cappucino, machiato, affogato, latte. Kalo ngotot pengen camilan, bisa-bisa dikasih espresso.. hehehe..

7. Kedai kopi dan buku
Ada beberapa kedai kopi yang menyediakan sudut atau ruang untuk membaca. Juga terlihat deretan buku yang berjajar di sana.

Kopi Pulang adalah salah satu kedai kopi di Palembang (sampai sejauh ini yang kuketahui) yang menyediakan lemari yang dipenuhi buku-buku yang sudah diinventarisir menggunakan kertas warna merah. Jumlah bukunya sudah ratusan.. 😄 Pilihan bukunya pun terdiri dari beragam genre. 

***
Setelah melihat beberapa layanan tersebut, aku malah terpikir, apakah kelak akan ada coffee shop for parents, yang menyediakan ruang atau sudut untuk bermain bagi anak-anak sehingga para orangtua bisa ngopi-ngopi keren sambil mengawasi anak-anak mereka bermain?

Gitu, dweeeh.. 
(RS)

Note: Gambar hanya pemanis. Pemanis yang pahit.. 😅



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Buku-buku Baru Sebelum Susun Daftar Baca Baru

  Aku tidak berencana beli buku dulu sampai ahir tahun. Tumpukan buku yang merupakan daftar baca dan masuk daftar baca sejak awal tahun, masih ada. Masih belum rampug baca sekalipun sudah berlalu 10 bulan. Sebagian besar dari buku-buku itu malah baru dibaca separuhnya. Ada yang baru seperempat bagian buku. Ada juga baru beberapa halaman. Masih cukup untuk dibaca sampai akhir tahun. Namun, kemungkinan beli buku di tahun ini tinggal beberapa minggu lagi. Jadi, aku memutuskan mampir ke toko buku dan beli beberapa buku. Mumpung masih ada bazaar buku. Setelah mengunjungi 2 toko buku besar, berkeliling diantara tumpukan buku, akhirnya aku mengambil 8 buku setelah memilih diantara buku-buku lain yang juga berencana akan dibawa pulang. Delapan buku tersebut, antara lain: Selamat Malam untuk Presiden , Peyempuan Nelangsa , Potret , Ompung Odong-odong , Q & A, Kedai 1002 Mimpi , Apres Le Mariage , Travel Young . Biasanya, buku baru baru akan mendapat giliran dibaca setelah buk...

Puisi | Kita Masih Akan di Sini

  Kita masih di sini ketika matahari beranjak pulang. Kita masih di sini ketika pendar-pendar jingga penuhi cakrawala di bagian barat Bumi. Kita masih di sini ketika bintang-bintang bersiap-siap dansa di langit cerah   Dalam banyak hari, bersama-sama kita menyaksikan… …langit menceritakan banyak kisah cinta mengagumkan. …hujan menyanyikan kisah cinta yang diceritakan langit.   Dan, kita masih di sini... untuk terus mengisi ruang hati kita dengan gema tawa kita... untuk memenuhi langit-langit ruang dengan lelucon konyol yang hanya kita yang mengerti. Demi senyum mereka, orang-orang yang peduli pada kita.. Demi senyum kita, kala mengingat peristiwa ini kelak..   Namun,, waktu-waktu seperti itu akan tiada. Hari-hari kemaren, yang berhembus dengan cepat dan menghilang. Hari-hari lalu menyisakan ingatan untuk dikenang.   Dalam sekejap, kau tidak lagi di sini.. Dalam sekejap, kau menuju daerah yang lebih dekat dengan cahaya mataha...

Buku #9 - Love Rosie (Where Rainbows End)

      Love, Rosie (dokpri.) Judul novel: Where Rainbows End  Tahun terbit: 2004 Penulis: Cecelia Ahern Penerjemah: Monica Dwi Chresnayani Hal: 632 halaman Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun: 2015   Love Rosie (Where Rainbows End) : Menjadi Sahabat Penamu Seumur Hidupku Aku masih ingat betapa membahagiakannya ketika mendapatkan surat dari seorang sahabat. Dulu. Dulu sekali. Entah kapan? Hehehehe… Novel Where Rainbow End telah difilmkan. Judulnya menjadi Love, Rosie. Film Love, Rosie sudah pernah kutonton bertahun-tahun lalu. Aku tidak menonton dari awal. Kemudian aku mendapatkan novel yang menjadi awal film tersebut dan menikmati persahabatan luar biasa antara Rosie Dunne dan Alex Stewart. Pertemanan yang dibangun sejak usia kanak-kanak, bersama-sama melewati masa remaja, saling mendukung di masa dewasa mereka dan terus saling menyayangi dalam segala musim kehidupan hingga melampaui usia separuh baya. *** Keluarga orangtua Rosie Dunne dan orangtua...