Langsung ke konten utama

Manual Coffee Maker

Handy Drip. Dokpri

 

Beberapa waktu yang lalu, aku mendampingi kelas home barista sebagai... asisten.

Di meja depan, selain bijih kopi yang berasal dari beberapa tempat seperti Aceh, Kerinci, Pagaralam (minimal dari 2 wilayah di Indonesia dan 1 jenis kopi luar); ada juga peralatan membuat kopi manual, penggiling bijih kopi, teko berhidung panjang sebanyak 4 buah serta teko untuk memasak air yang senantiasa dalam keadaan terpasang ke listrik.

Kalau biasanya hanya menggunakan 1 jenis peralatan, kali ini meja depan tampak meriah dengan peralatan bikin kopi manual lainnya.

Tugas-tugas asisten sebenarnya sederhana saja, antara lain: memastikan air panas selalu tersedia untuk seduh kopi, menggiling bijih kopi, memastikan bubuk kopi selalu ada di atas meja, mengecek persediaan bijih kopi, melihat seduhan awal, menyiapkan gelas kertas untuk semua peserta (digunakan untuk mencicip kopi dan harus sudah dinamai), mempersiapkan tempat untuk bubuk kopi yang sudah digunakan, membantu tahapan blending 2-3 jenis bijih kopi. Hehehehe... 😄

Termasuk juga... mencicipi kopi yang diseduh oleh yang sedang belajar (bisa dibayangkan kalo yang belajar sekitar 7 orang. Berapa banyak kopi yang mesti dicicip) dan (yang paling seru) siap-siap ditanya bagaimana caranya mendeteksi rasa kopi dan mengecap citarasa after taste.. 😅


Manual Coffee Maker

(1) Chemex


(2) Vietnam Drip


(3) Clever Coffee


(4) Syphon


(5) Moka Pot


(6) French Press


Dan... hasil racikan kopi pake manual pahiiiiit banget.. 😅

Lidah macam dihajar sama kesulitan hidup.. 😁

***

#coffee #coffeeshop #coffeetouraroundthecity

(RS)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Buku-buku Baru Sebelum Susun Daftar Baca Baru

  Aku tidak berencana beli buku dulu sampai ahir tahun. Tumpukan buku yang merupakan daftar baca dan masuk daftar baca sejak awal tahun, masih ada. Masih belum rampug baca sekalipun sudah berlalu 10 bulan. Sebagian besar dari buku-buku itu malah baru dibaca separuhnya. Ada yang baru seperempat bagian buku. Ada juga baru beberapa halaman. Masih cukup untuk dibaca sampai akhir tahun. Namun, kemungkinan beli buku di tahun ini tinggal beberapa minggu lagi. Jadi, aku memutuskan mampir ke toko buku dan beli beberapa buku. Mumpung masih ada bazaar buku. Setelah mengunjungi 2 toko buku besar, berkeliling diantara tumpukan buku, akhirnya aku mengambil 8 buku setelah memilih diantara buku-buku lain yang juga berencana akan dibawa pulang. Delapan buku tersebut, antara lain: Selamat Malam untuk Presiden , Peyempuan Nelangsa , Potret , Ompung Odong-odong , Q & A, Kedai 1002 Mimpi , Apres Le Mariage , Travel Young . Biasanya, buku baru baru akan mendapat giliran dibaca setelah buk...

Puisi | Kita Masih Akan di Sini

  Kita masih di sini ketika matahari beranjak pulang. Kita masih di sini ketika pendar-pendar jingga penuhi cakrawala di bagian barat Bumi. Kita masih di sini ketika bintang-bintang bersiap-siap dansa di langit cerah   Dalam banyak hari, bersama-sama kita menyaksikan… …langit menceritakan banyak kisah cinta mengagumkan. …hujan menyanyikan kisah cinta yang diceritakan langit.   Dan, kita masih di sini... untuk terus mengisi ruang hati kita dengan gema tawa kita... untuk memenuhi langit-langit ruang dengan lelucon konyol yang hanya kita yang mengerti. Demi senyum mereka, orang-orang yang peduli pada kita.. Demi senyum kita, kala mengingat peristiwa ini kelak..   Namun,, waktu-waktu seperti itu akan tiada. Hari-hari kemaren, yang berhembus dengan cepat dan menghilang. Hari-hari lalu menyisakan ingatan untuk dikenang.   Dalam sekejap, kau tidak lagi di sini.. Dalam sekejap, kau menuju daerah yang lebih dekat dengan cahaya mataha...

Buku #8 - Life Traveler: Catatan Perjalanan Pencinta Petualangan

    Life Traveler Perjalanan Pencinta Petualangan Life Traveler adalah catatan perjalanan Windy Ariestanty yang mengunjungi beberapa kota di beberapa Negara. Tentang budayanya, tentang orang-orangnya, tentang teman-teman seperjalanan, juga tentang makna “pulang” ketika sedang dalam perjalanan dan citarasa pulang ketika berada sangat jauh dari rumah.     Dengan 381 halaman, Windy memanjakan pembaca Life Traveler dengan foto-foto; penjelasan detail keadaan tempatnya berkunjung dan cuaca; ilustrasi-ilustrasi sapuan cat air yang terlihat berwarna sangat pastel; traveler’s facts, tips, notes and infos. Yang berencana melakukan perjalanan atau menjadi ingin mengunjungi tempat-tempat yang sama dengan yang telah dijalani Windy, pastilah membutuhkan semua info tersebut. 😃 Pada buku terbitan Gagas Media dan diterbitkan tahun 2011 dibagi menjadi 18 bab dan 2 kisah tambahan dari 2 sahabat Windy; Windy mengisahkan tentang perjalanan dan menjalani kota-kota di Viet Nam...