Langsung ke konten utama

Shelter Coffee

Dokpri.

Kedai kopi ini awalnya berada di Jl. Angkatan 45. Sekitar 150 meter dari pertigaan Jl. Demang Lebar Daun.

Beberapa bulan ini, Shelter Coffee sudah pindah ke lokasi yang tak jauh dari tempat semula. Bergeser sekitar 100 meter. Jadi lebih dekat ke pertigaan lampu merah. 😄 Lebih lapang dengan lebih banyak meja dan kursi.

Buka mulai pkl1800, namun tidak punya waktu tutup yang pasti. Tergantung jam berapa pengunjung yang terakhir pulang. Terakhir kali, mereka menemani pengunjung terakhir hingga pkl0300.. Pengunjung ini baru datang sekitar pkl2400. Butuh teman ngobrol.

Shelter sudah ada sejak sekitar 4 tahun yang lalu. Pemiliknya bercerita bahwa kedai mereka baru bisa buka menjelang magrib karena para baristanya baru pulang dari tempat kerja masing-masing. Setiap hari Minggu, Shelter tidak buka!

Waktu aku tanya kemana mereka jika Shelter sedang tutup, mereka jawab bahwa mereka pergi ke kedai kopi lain. Ngobrol. Cerita tentang perkembangan kedai kopi di kota ini.. 😉

Aku lupa apa nama kopi yang kupesan.. 😅 Namun, mas baristanya menunjukkan dan menjelaskan 3 layer kopi pesananku. Air gula, kopi dan susu yang disteam.


Dalam 2 kali kedatangan, sambutan hangat selalu terasa. Dengan posisi di pinggir jalan, tentu tidak sulit menemukan kedai kopi dengan logo pendaki gunung sedang membawa carrier di punggung.

Kapan-kapan, akan mampir lagi. Mungkin kali lain akan lebih lama..

Sesuai dengan makna shelter itu sendiri. Perhentian. Perteduhan.. 😘 (RS)


#coffee #coffeeshop #coffeearoundthecity

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Buku-buku Baru Sebelum Susun Daftar Baca Baru

  Aku tidak berencana beli buku dulu sampai ahir tahun. Tumpukan buku yang merupakan daftar baca dan masuk daftar baca sejak awal tahun, masih ada. Masih belum rampug baca sekalipun sudah berlalu 10 bulan. Sebagian besar dari buku-buku itu malah baru dibaca separuhnya. Ada yang baru seperempat bagian buku. Ada juga baru beberapa halaman. Masih cukup untuk dibaca sampai akhir tahun. Namun, kemungkinan beli buku di tahun ini tinggal beberapa minggu lagi. Jadi, aku memutuskan mampir ke toko buku dan beli beberapa buku. Mumpung masih ada bazaar buku. Setelah mengunjungi 2 toko buku besar, berkeliling diantara tumpukan buku, akhirnya aku mengambil 8 buku setelah memilih diantara buku-buku lain yang juga berencana akan dibawa pulang. Delapan buku tersebut, antara lain: Selamat Malam untuk Presiden , Peyempuan Nelangsa , Potret , Ompung Odong-odong , Q & A, Kedai 1002 Mimpi , Apres Le Mariage , Travel Young . Biasanya, buku baru baru akan mendapat giliran dibaca setelah buk...

Puisi | Kita Masih Akan di Sini

  Kita masih di sini ketika matahari beranjak pulang. Kita masih di sini ketika pendar-pendar jingga penuhi cakrawala di bagian barat Bumi. Kita masih di sini ketika bintang-bintang bersiap-siap dansa di langit cerah   Dalam banyak hari, bersama-sama kita menyaksikan… …langit menceritakan banyak kisah cinta mengagumkan. …hujan menyanyikan kisah cinta yang diceritakan langit.   Dan, kita masih di sini... untuk terus mengisi ruang hati kita dengan gema tawa kita... untuk memenuhi langit-langit ruang dengan lelucon konyol yang hanya kita yang mengerti. Demi senyum mereka, orang-orang yang peduli pada kita.. Demi senyum kita, kala mengingat peristiwa ini kelak..   Namun,, waktu-waktu seperti itu akan tiada. Hari-hari kemaren, yang berhembus dengan cepat dan menghilang. Hari-hari lalu menyisakan ingatan untuk dikenang.   Dalam sekejap, kau tidak lagi di sini.. Dalam sekejap, kau menuju daerah yang lebih dekat dengan cahaya mataha...

Buku #8 - Life Traveler: Catatan Perjalanan Pencinta Petualangan

    Life Traveler Perjalanan Pencinta Petualangan Life Traveler adalah catatan perjalanan Windy Ariestanty yang mengunjungi beberapa kota di beberapa Negara. Tentang budayanya, tentang orang-orangnya, tentang teman-teman seperjalanan, juga tentang makna “pulang” ketika sedang dalam perjalanan dan citarasa pulang ketika berada sangat jauh dari rumah.     Dengan 381 halaman, Windy memanjakan pembaca Life Traveler dengan foto-foto; penjelasan detail keadaan tempatnya berkunjung dan cuaca; ilustrasi-ilustrasi sapuan cat air yang terlihat berwarna sangat pastel; traveler’s facts, tips, notes and infos. Yang berencana melakukan perjalanan atau menjadi ingin mengunjungi tempat-tempat yang sama dengan yang telah dijalani Windy, pastilah membutuhkan semua info tersebut. 😃 Pada buku terbitan Gagas Media dan diterbitkan tahun 2011 dibagi menjadi 18 bab dan 2 kisah tambahan dari 2 sahabat Windy; Windy mengisahkan tentang perjalanan dan menjalani kota-kota di Viet Nam...