![]() |
| Kopi pahit, kopi asam |
Taste
Ada 2 citarasa kopi, yaitu asam dan pahit. Bukan pahit dan pahit banget, ya.. 😉 Dibandingkan asam, aku lebih memilih citarasa pahit pada kopi yang kuminum.
Seorang teman pernah bertanya alasannya. Maka kujawab, aku sudah punya asam lambung. Jadi tidak butuh asam lebih banyak lagi masuk ke dalam toeboeh. Hehehe..
Asam dan pahit itu tergantung selera. Tidak ada yang lebih enak dibandingkan yang lainnya. Ataupun ada yang lebih nikmat dibandingkan yang lain. Selera selalu subjektif!
Kopi yang pahit pun, akan muncul citarasa asam setelah berkurang panasnya. Ada kopi pahit yang berasa asam pada tegukan kedua. Ada kopi asam yang berasa asam banget setelah tegukan kedua.
Citarasa, tentu saja dipengaruhi jenis dengan 2 jenis: robusta dan arabica.
After Taste
Ada rasa yang tetap tertinggal di lidah setelah kopi ditelan. Jadi rasa bukan hanya tertinggal dalam hati. 😉
Kalau masih ada rasa belum berbalas, mungkin rasa itchuh masih tertinggal di lidah. Eh?
Dalam beberapa kali kesempatan mencecap rasa kopi yang tertinggal di lidah, aku pernah mengecap rasa langu (seperti lembab dan berjamur), rerumputan, citrus, coklat juga citarasa manis. Munculnya citarasa manis diantara pahit tentu saja dipengaruhi komposisi bijih kopi yang dicampur dan suhu panas air yang digunakan untuk menyeduh.
Aroma Kopi
Tentu saja, selain citarasa, aroma yang menguar dari kopi pun bisa tercium. Antara lain: cengkeh, rumput, dan aroma lembab yang tertahan dalam kayu.
Aku juga pernah mencium aroma pelangi. Pertanyaannya: bagaimana menjelaskan aroma pelangi? Darimana asalnya? 😉
Entahlah. Aku belum berhasil menjawab.
Gitu. 😁
(RS)

Komentar
Posting Komentar