Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2021

Buku #6 - Selamat Tinggal

Buku Bajakan, Obat Palsu dan Sutan Pane Buku ini lahir karena keresahan penulis Selamat Tinggal, Tere Liye, atas maraknya toko buku online yang menjual karya-karya Tere Liye dengan harga seperempat bahkan seperlima harga aslinya.   Sejauh ini ada lebih dari 20 judul karya Tere Liye. Antara lain: Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah; Ayahku (Bukan) Pembohong, Hujan, Daun yang Jatuh tak Pernah Membenci Angin, Rembulan Tenggelam di Wajahmu, Pergi, Pulang, Seri Anak Emak (Burlian, Pukat, Amelia, Eliana), Bumi, Bulan, Matahari, Bintang,  Komet, Ceros dan Batozar, Negeri di Ujung Tanduk, Negeri Para Bedebah, Rindu dan Tentang Kamu.  Buku-buku tersebut di atas, sudah rampung aku baca. Koleksi milik Soya, yang dipinjambacakan untukku. Kini, gambar sampul buku sejumlah judul sudah berbeda dibanding dengan ketika pertama kali kubaca dulu. Tentang Kamu  adalah salah satu judul buku yang aku suka gambar sampulnya, sepasang sepatu dengan sapuan jingga Ada banyaķ judul buku yang...

Buku #5 - Dover

Dover (dokpri.) Penulis:  Gustaaf Peek (2008) Hal: 256 halaman Penterjemah:  Gabriella Felicia, Maria Leisa Adelia, Meggy Soedjatmiko, Miranda Sapardan, Sri Zuliati, Tyas DM, Vini Widianingsih, Widjajanti Dharmowijono, Zahroh Nuriah Penerbit:  PT Gramedia Pustaka Utama Tahun: 2015 Meninggalkan Tanah Kelahiran demi Rumah untuk Menetap Dover adalah buku yang berkisah tentang perjalanan orang-orang yang meninggalkan tanah kelahiran entah karena konflik horizontal ataupun demi hidup yang lebih layak. Marlon, karena kerusuhan 1998, meninggalkan rumahnya, keluarganya dan kehidupannya di Indonesia demi menyelamatkan diri. Ketika tiket pesawat tujuan Amerika dan Inggris menjadi pilihan, Marlon (hanya) dengan berbekal paspor, baju di badan dan buku-buku tebal baru beli di bandara memilih Rotterdam sebagai kota tujuan.  Hidup sebagai Tony yang bekerja di salah satu restoran makanan Cina milik Mr. Chow, Marlon menjalani hidupnya dengan sangat sederhana dan hubungan pertemanan y...

Buku #4 - Paper Towns

Paper Towns. Dokpri. Penulis: John Green (2008) Penterjemah: Angelic Zaizai Penerbit:PT Gramedia Pustaka Utama (2014) Hal. : 360 halaman Perjalanan Mencari Jati Diri Paper Town: kota kertas yang diciptakan sebagai perlindungan terhadap pelanggaran hak cipta .  Agloe, New York , adalah desa fiktif yang diciptakan oleh perusahaan Esso pada awal tahun 1930-an dan dimasukkan dalam peta turis sebagai jebakan hak cipta, atau kota kertas. Agloe merupakan ciptaan pembuat peta Otto G. Lindberg dan Ernest Alpers, yang membuat nama kota itu dengan membuat anagram dari inisial mereka. (hal. 270) *** Quentin Jacobsen, secara harfiah tumbuh bersama Margo Roth Spiegelman. Sejak masih kanak-kanak, keluarga mereka sudah bertetangga. Sejak umur 2 tahun, Quentin dan Margo telah saling tahu dan kenal. Kamar Quentin berhadapan dengan kamar Margo dan mereka berdua bersekolah di sekolah yang sama mulai jenjang SD sampai SMA. Quentin menyadari bahwa pesona Margo sudah memikat hatinya sejak jaman kanak-kan...

Coffee Style

Coffee Style Turun dari setasiun LRT Cinde, langsung ketemu Coffee Style. Salah satu kedai kopi yang terdekat dari sejumlah setasiun LRT di kota ini. Begaye banget, emang.. 😄 Lantai dari stasiun LRT Cinde Menggunakan ruko 2 lantai, kedai kopi yang dibagi menjadi beberapa ruang menggunakan sekat kaca yang bikin kedai ini terasa menyenangkan. Ada smoking area, ada working space juga.. 😁 Working place Aku ke lantai 2 untuk menikmati tayangan live pesbuk aksi jalan kaki aktivis lingkungan,Togu Simorangkir bersama tim 11, dari Toba ke Istana Negara hari ke-11 ditemani kopi pandan sambil melihat kesibukan lalu lintas. 😄 Ada yang ngikutin jugakah perjalanan mereka?? ☝️ Hari ini perjalanan hari ke-22, besok perjalanan hari ke-23. Jarak yang ditempuh sekitar 1800an km. Jadi, masih ga terlambat kalo ngikutin dari besok.. 😉 Stasiun LRT tampak menggantung. Dokpri . Ga mau minum kopi, ada minuman non kopi. Camilan juga ada. Bahkan makanan berat seperti nasi goreng pun ada. Mau pesan camilan, ta...

Buku #3 - Eksistensi Rasa

Eksistensi Rasa Penulis: Farah Hidayati Tahun terbit: 2015 Halaman: 248 Semua Rasa yang Menjelaskan Tentang Aku Apakah perasaan yang mempengaruhi pikiran ? Atau pikiran yang membentuk rasa dalam hidup? Ataukah pengetahuan menolong manusia mengenali setiap perasaan yang mewujud dalam kristalisasi pikiran yang berisi perenungan tentang hidup secara terus menerus?  Rupanya sebelum Eksistensi Rasa, ada Konstelasi Rindu. Dan, ketika buku ini sudah hampir selesai baca, barulah terlihat olehku tulisan kecil di bagian bawah sebelah kanan judul. Buku ini menceritakan semua perasaan yang timbul ketika menghadapi ragam peristiwa dalam kehidupan si tokoh utama dan atau perasaan yang timbul ketika menyaksikan apa yang dialami teman terdekat. Adalah Devin Jelaga Osman, Djo, masiswa arsitektur yang diadopsi Miranda Osman sejak lahir. Ibu kandung Djo melahirkan Djo ketika kandungan berusia 7 bulan karena keadaan darurat. Gunung Merapi meletus saat itu. Dan ibu Djo telah tertimpa bangunan. Upaya me...

Buku #2 - Everything, Everything

Everything, Everything Penulis: Nicola Yoon Penerbit: Penerbit Spring Tahun: 2016 Hal: 333 halaman Mungkinkah menjadi Dewasa Artinya Mengecewakan Orang-orang yang Kita Cintai? Buku ini berkisah tentang seorang anak perempuan yang menderita Defisiensi Imunitas (SCID – Severe Combined Immunodeficiency ). Penderita Defiensi Imunitas adalah penyakit yang disebabkan kelainan genetik, yang membuat penderitanya sangat rentan terhadap penyakit infeksi. Setelah terdiagnosa SCID, Madeline Whitter, sepanjang umurnya, tidak pernah meninggalkan rumahnya. Tidak banyak aktivitas luar rumah yang dilakukan Maddy. Ibunya, dr. Pauline Whitter, membuat segala sesuatunya mudah bagi Madeline sehingga tidak perlu meninggalkan rumah. Menjadi dokter pribadi bagi Maddy. Membayar seorang perawat, Carla, bagi Maddy sekaligus bekerja membersihkan rumah. Maddy melakukan belajar online. Ada gurunya yang datang untuk sesi tatap muka. Namun, jikapun diizinkan masuk ke kamar Maddy, sang guru harus mengalami proses desi...