Langsung ke konten utama

Puisi | Kisah Cinta Petang nan Jingga Jelita

 

Dokpri.


Jingga, koq, bisa memikat begini?

Dalam sapuan ungu, lembayung, merah muda dan oranye sepanjang cakrawala, jingga berbaris anggun.

 

Batas cakrawala di ujung dunia,

di sebelah sini ada garis lain sepanjang pantai.

Ada yang bisa membatasi gerak ombak?

 

Tembok-tembok tua itu, tidak bisa menakut-nakuti birunya perairan di sebelahnya.

Jalanan bisu itu, memisahkan sejoli air.

Bebatuan di permukaan bumi pun memiliki banyak gradasi.

Sapuan warna dalam corak dan bentuk.

Biru, biru muda, biru tua, biru kehijauan, hijau kebiruan, toska, hijau, hijau muda. Satu potret untuk riuhnya paduan gradasi biru dan hijau.

 

Pinus ditemani debu berawan. Cahaya yang seolah mengambang di permukaan dedaunan hijau muda membias di permukaan batang pepohonan yang berwarna kelabu dan coklat tanah kasar.

Pasir gurun memantulkan sore jingga pada langit petang.

 

Dan semua itu datang ketika siang memudar dan meninggalkan sore, senja dan petang dengan semua hal eksotis yang terpatri di langit. Hal-hal yang menawan, namun mudah terlihat.

 

Kata dan diksi dalam kalimat yang terbenam dalam asa berwarna yang tak ingin pudar.

Kalimat-kalimat yang menenggelamkan rasa pada aksara-aksara yang mengalun bersama peradaban dan cinta…

..yang bersisian bersama musim dan kesulitan.

***

It had posted:

https://www.kompasiana.com/nev_sihombing/623dfe90ba21bc307e3f9572/puisi-kisah-cinta-petang-nan-jingga-jelita


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Buku-buku Baru Sebelum Susun Daftar Baca Baru

  Aku tidak berencana beli buku dulu sampai ahir tahun. Tumpukan buku yang merupakan daftar baca dan masuk daftar baca sejak awal tahun, masih ada. Masih belum rampug baca sekalipun sudah berlalu 10 bulan. Sebagian besar dari buku-buku itu malah baru dibaca separuhnya. Ada yang baru seperempat bagian buku. Ada juga baru beberapa halaman. Masih cukup untuk dibaca sampai akhir tahun. Namun, kemungkinan beli buku di tahun ini tinggal beberapa minggu lagi. Jadi, aku memutuskan mampir ke toko buku dan beli beberapa buku. Mumpung masih ada bazaar buku. Setelah mengunjungi 2 toko buku besar, berkeliling diantara tumpukan buku, akhirnya aku mengambil 8 buku setelah memilih diantara buku-buku lain yang juga berencana akan dibawa pulang. Delapan buku tersebut, antara lain: Selamat Malam untuk Presiden , Peyempuan Nelangsa , Potret , Ompung Odong-odong , Q & A, Kedai 1002 Mimpi , Apres Le Mariage , Travel Young . Biasanya, buku baru baru akan mendapat giliran dibaca setelah buk...

Puisi | Kita Masih Akan di Sini

  Kita masih di sini ketika matahari beranjak pulang. Kita masih di sini ketika pendar-pendar jingga penuhi cakrawala di bagian barat Bumi. Kita masih di sini ketika bintang-bintang bersiap-siap dansa di langit cerah   Dalam banyak hari, bersama-sama kita menyaksikan… …langit menceritakan banyak kisah cinta mengagumkan. …hujan menyanyikan kisah cinta yang diceritakan langit.   Dan, kita masih di sini... untuk terus mengisi ruang hati kita dengan gema tawa kita... untuk memenuhi langit-langit ruang dengan lelucon konyol yang hanya kita yang mengerti. Demi senyum mereka, orang-orang yang peduli pada kita.. Demi senyum kita, kala mengingat peristiwa ini kelak..   Namun,, waktu-waktu seperti itu akan tiada. Hari-hari kemaren, yang berhembus dengan cepat dan menghilang. Hari-hari lalu menyisakan ingatan untuk dikenang.   Dalam sekejap, kau tidak lagi di sini.. Dalam sekejap, kau menuju daerah yang lebih dekat dengan cahaya mataha...

Buku #9 - Love Rosie (Where Rainbows End)

      Love, Rosie (dokpri.) Judul novel: Where Rainbows End  Tahun terbit: 2004 Penulis: Cecelia Ahern Penerjemah: Monica Dwi Chresnayani Hal: 632 halaman Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun: 2015   Love Rosie (Where Rainbows End) : Menjadi Sahabat Penamu Seumur Hidupku Aku masih ingat betapa membahagiakannya ketika mendapatkan surat dari seorang sahabat. Dulu. Dulu sekali. Entah kapan? Hehehehe… Novel Where Rainbow End telah difilmkan. Judulnya menjadi Love, Rosie. Film Love, Rosie sudah pernah kutonton bertahun-tahun lalu. Aku tidak menonton dari awal. Kemudian aku mendapatkan novel yang menjadi awal film tersebut dan menikmati persahabatan luar biasa antara Rosie Dunne dan Alex Stewart. Pertemanan yang dibangun sejak usia kanak-kanak, bersama-sama melewati masa remaja, saling mendukung di masa dewasa mereka dan terus saling menyayangi dalam segala musim kehidupan hingga melampaui usia separuh baya. *** Keluarga orangtua Rosie Dunne dan orangtua...