Langsung ke konten utama

Tiga Alasan Toko Buku Merupakan Tempat Romantis

Bukan! Bukan karena aku romantis!

Tapi, karena aku sangat menikmati berada di toko buku, maka aku segera saja merasa berbunga-bunga begitu melihat ada toko buku di drama-drama Korea.

Toko buku berikut yang muncul di drama Korea selama beberapa minggu terakhir adalah Good Night Bookstore di When the Weather is Fine dan Old Future Bookstore di Born Again.

Kesukaanku terhadap sudut-sudut di toko buku, rasanya dimulai ketika nonton film Nothing Hill puluhan tahun lalu… Hehehehe… 😀 Film yang dibintangi Julia Roberts dan Hugh Grant ini berkisah tentang pertemuan aktris terkenal dengan penggemarnya. Ada yang masih ingat?

Hugh Grant berperan sebagai pemilik toko buku di sebuah kota kecil. Toko buku yang dipenuhi jajaran rak dan buku,  Buku-bukunya tersusun di rak-rak yang tingginya sampai ke langit-langit ruang. Barisan raknya yang rapi memudahkan pengunjung menjelajahi setiap pilihan bacaan dan judul. Lorong-lorong yang terbentuk dari barisan rak membuat bayang-bayang atas perjalanan imajinasi pada setiap buku yang dibaca. Sudut-sudut yang tak terlihat menawarkan tempat persembunyian sementara yang jelas mudah ditemukan. Namun, sesaat saja, rasanya seperti berada di tempat yang berbeda sekalipun sedang berpijak di dalam toko buku.

Ada juga toko buku yang menjual buku lawas dan atau karangan penulis besar abad sebelumnya yang sanggup memenuhi atmosfer toko buku dengan barisan cakrawala dan bentang panjang menjauh di abad-abad pertengahan ketika banyak kisah berhasil dituliskan.

Kesukaan ini disusul ketika muncul film Harry Potter di bioskop. Dalam banyak bagian adegannya selalu terdapat toko buku karena ada adegan anak-anak - terutama sekali Harry Potter, Hermione, Ron Weasley - membeli buku-buku bacaan sebelum masuk ke sekolah setiap awal tahun ajaran baru. Buku tebal dan tipis, besar dan kecil, penuh warna dan monokrom. Yang membuat istimewa adalah ada buku yang menemui pemiliknya, melayang-layang dengan riang menuju si pembeli.

Ada beberapa alasan mengapa aku sangat menyukai suasana toko buku dalam

1.  Imajinasi tanpa batas

Barisan buku yang menolong imajinasi dan khayalan mengembara jauh, berjalan bersama tokoh-tokoh dalam buku. Jatuh cinta, terluka, bertualang dan menempuh perjalanan melewati banyak tempat bersisian dengan para tokoh utama cerita.

2.  Ketenangan

Tenangnya toko buku tersebut sungguh meneduhkan hati. Seolah-olah di latar belakang ketenangan tersebut, berbaris komposisi klasik yang mengisi ruang tenang tersebut dengan alunan meneduhkan.

3.  Melintasi ruang dan waktu

Bersama dengan penulis ikut melihat pemandangan, perasaan dan pikiran yang tertumpah dalam wujud literasi yang mengalun kepada pembaca. Melintasi ruang dan waktu sekalipun tidak beranjak kemana-mana.

 

Lalu, kenapa film dan atau sinetron kita sangat jarang menampilkan adegan yang berlokasi di toko buku kecil, ya?

Apakah kegiatan susun bukunya, susah? Atau, kita yang tidak pernah tertarik berkunjung ke toko buku kecil, ya? Atau, malah akulah, yang tidak tahu sama sekali jika film kita sudah menggunakan toko buku kecil? (RS)

 ***

 Note:

This article had posted on Kompasiana

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Buku-buku Baru Sebelum Susun Daftar Baca Baru

  Aku tidak berencana beli buku dulu sampai ahir tahun. Tumpukan buku yang merupakan daftar baca dan masuk daftar baca sejak awal tahun, masih ada. Masih belum rampug baca sekalipun sudah berlalu 10 bulan. Sebagian besar dari buku-buku itu malah baru dibaca separuhnya. Ada yang baru seperempat bagian buku. Ada juga baru beberapa halaman. Masih cukup untuk dibaca sampai akhir tahun. Namun, kemungkinan beli buku di tahun ini tinggal beberapa minggu lagi. Jadi, aku memutuskan mampir ke toko buku dan beli beberapa buku. Mumpung masih ada bazaar buku. Setelah mengunjungi 2 toko buku besar, berkeliling diantara tumpukan buku, akhirnya aku mengambil 8 buku setelah memilih diantara buku-buku lain yang juga berencana akan dibawa pulang. Delapan buku tersebut, antara lain: Selamat Malam untuk Presiden , Peyempuan Nelangsa , Potret , Ompung Odong-odong , Q & A, Kedai 1002 Mimpi , Apres Le Mariage , Travel Young . Biasanya, buku baru baru akan mendapat giliran dibaca setelah buk...

Puisi | Kita Masih Akan di Sini

  Kita masih di sini ketika matahari beranjak pulang. Kita masih di sini ketika pendar-pendar jingga penuhi cakrawala di bagian barat Bumi. Kita masih di sini ketika bintang-bintang bersiap-siap dansa di langit cerah   Dalam banyak hari, bersama-sama kita menyaksikan… …langit menceritakan banyak kisah cinta mengagumkan. …hujan menyanyikan kisah cinta yang diceritakan langit.   Dan, kita masih di sini... untuk terus mengisi ruang hati kita dengan gema tawa kita... untuk memenuhi langit-langit ruang dengan lelucon konyol yang hanya kita yang mengerti. Demi senyum mereka, orang-orang yang peduli pada kita.. Demi senyum kita, kala mengingat peristiwa ini kelak..   Namun,, waktu-waktu seperti itu akan tiada. Hari-hari kemaren, yang berhembus dengan cepat dan menghilang. Hari-hari lalu menyisakan ingatan untuk dikenang.   Dalam sekejap, kau tidak lagi di sini.. Dalam sekejap, kau menuju daerah yang lebih dekat dengan cahaya mataha...

Puisi | Kecanduan Rasa Sepi

  Laki-laki itu berjalan sendiri melawan arus pejalan kaki. Menunduk dalam diam sambil memerintahkan arah yang dikehendakinya pada kakinya. Abai dengan tatap bingung sekitarnya. Hari-hari berjalan dalam gerak sederhana, hitam dan putih..   Perempuan itu berdiri sendiri di pinggir jembatan yang mulai lapuk di makan usia. Memandang kejauhan sambil mendendangkan lagu lawas dari waktu lampau yang terdengar di telinga. Acuh dengan tatap kasihan sekitarnya. Hari-hari bergerak dalam gerak sederhana, melembut dan melambat.   Mereka, pribadi-pribadi yang menikmati hidup dalam tenangnya angin.. Mereka, pribadi-pribadi yang merentang kenangan dalam sunyinya percakapan keluar.. Mereka, pribadi-pribadi yang terhibur dengan percakapan-percakapan monolog.. ..mereguk sepi laiknya candu. . . . . Laki-laki itu.. Perempuan itu.. Sekali lagi, dia duduk di sudut hatinya yang sepi.. ..dalam senandung sunyi yang digemakannya sendiri..   PS: Untuk...