Langsung ke konten utama

Buku #12 - One Little Thing Called HOPE

 (Dokpri.)

Judul: One Little Thing Called HOPE
Karya: Winna Efendi
Hal.: 421 halaman
Penerbit: GagasMedia
Tahun: 2016

One Little Thing Called Hope, Kejutan dalam Hidup

Ada begitu banyak kejutan dalam hidup. Rupa-rupa. Mama meninggal setelah menderita kanker selama beberapa tahun terakhir. Pindah sekolah di tengah semester. Orangtua menikah lagi. Patah hati. Tidak punya chemistry dengan gebetan. Kesulitan beradaptasi di sekolah baru. Memutuskan persahabatan. Kamar kerja ibu diubah jadi kamar tidur untuk orang lain. Tidak akur dengan saudara tiri. Es krim rum raisin. Alat tes kehamilan. Memiliki sahabat kecil. Theo. Antara cupcake, benang wol dan tas perca. Hamil, setelah melakukannya untuk kali pertama. Sixties. Menggugurkan kandungan. Sebuah kaus kaki rajut warna biru muda. Klinik aborsi. Dicampakkan. Belajar mobil tengah malam. Berhenti sekolah. Mimpi yang patah. Itulah yang dialami Aeryn dan Flo. Kejutan-kejutan dalam hidup Aeryn dan Flo di masa remaja mereka.

Aeryn tidak bisa menerima keputusan papanya yang menikah lagi dengan teman sekolahnya dulu; mamanya baru saja meninggal beberapa bulan sebelumnya. Penolakannya terhadap keputusan papanya tersebut termasuk mendorong jauh Flo, anak tante Hera, dari semua aspek hidup Aeryn. Di sisi lain, Flo menerima dengan gempita keputusan bundanya untuk menikah lagi. Adegan-adegan pertengkaran antara ayah dan bundanya, suara tangis bundanya dan kepergian ayahnya dari rumah adalah beberapa alasan mengapa Flo sangat berbahagia untuk bundanya. Tidak masalah pindah sekolah. Tak masalah berpisah dengan sahabat-sahabatnya. Masalah terbesar Flo adalah Aeryn. Aeryn sangat tidak menyukai Flo dan bundanya. Sampai kemudian satu keadaan mengubah hubungan mereka berdua!

***

One Little Thing Called Hove karya Winna Efendi ini bercerita tentang keterguguan 3 remaja - Aeryn, Flo, Theo – ketika mengalami hal-hal yang tidak mengenakkan dan menjalani keadaan yang sangat sulit di usia yang belia. Berjuang keras untuk mengatasi rasa gugup, ketakutan, dan hal-hal baru dalam kehidupan sambil mencari makna kebahagiaan.   

Dalam hubungan yang setahap demi setahap tumbuh, baiik karena kedekatan pun karena kebutuhan, Aeryn menjadi lebih lembut, Flo makin dewasa dan Theo. Theo masih tetap ada serta hadir bagi mereka berdua.

Dalam buku setebal 421 halaman, One Little Thing Called Hope menceritakan tentang:

Bertanggung jawab… dengan berani. Dalam kekalutan, Flo memilih bertanggung jawab meneruskan kehamilannya. Melakukannya, sudah salah. Namun keputusannya untuk mempertahankan kandungannya adalah keputusan yang sangat berani.

Melakukan percakapan-percakapan sulit. Mengakui bahwa telah melakukannya, sungguh membutuhkan keberanian ekstra. Sekalipun gentar, kesanggupan untuk jujur dan melakukan percakapan-percakapan sulit dengan bundanya menjadi bagian proses yang mendewasakan Flo.

Menjadi saudara dalam kesulitan. Belas kasih yang muncul perlahan dalam hati Aeryn pada Flo memberikan warna tersendiri pada hubungan dua saudara ini. Pada perasaan terdalam yang muncul kemudian, Aeryn belajar menjadi saudara bagi Flo.

Harapan… untuk semua. Dia yang datang kemudian. Ketika seolah tidak ada alasan untuk bertahan, harapan datang. Harapan untuk hari lebih berwarna dan bermakna. Harapan. HOPE.

***

Musik pada mix-tape. Berteman lagi. Boneka beruang pudar warnanya. Kotak surat. Melepaskan. Sherlock Holmes. Berduka lagi. Ruang rawat rumah sakit. Camilan tengah malam. Sup yang gosong. Berbagi kotak-kotak susu aneka rasa. Coklat panas. Bola-bola kaca. Pertandingan basket. Dapur yang baru. Brownies karamel. Pesan tak berbalas. Belajar bersama. Pelukan di bahu. Keputusan-keputusan besar. Bermimpi lagi.

Semua perasaan dan emosi yang muncul dan berdatangan pada usaha mereka untuk menjadi bahagia yang datang dari hal-hal kecil dan sederhana serta momen-momen bersama. Serta banyaknya adegan candid dalam gerak lambat.

Aeryn, Flo dan Theo masih terus menjalani hari-hari di masa remaja mereka.  Kali ini ada Hope. Seseorang yang mengikat hidup dan hati mereka makin erat dan lekat.(RS)

***

Note:

Had posted on Kompasiana

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Buku-buku Baru Sebelum Susun Daftar Baca Baru

  Aku tidak berencana beli buku dulu sampai ahir tahun. Tumpukan buku yang merupakan daftar baca dan masuk daftar baca sejak awal tahun, masih ada. Masih belum rampug baca sekalipun sudah berlalu 10 bulan. Sebagian besar dari buku-buku itu malah baru dibaca separuhnya. Ada yang baru seperempat bagian buku. Ada juga baru beberapa halaman. Masih cukup untuk dibaca sampai akhir tahun. Namun, kemungkinan beli buku di tahun ini tinggal beberapa minggu lagi. Jadi, aku memutuskan mampir ke toko buku dan beli beberapa buku. Mumpung masih ada bazaar buku. Setelah mengunjungi 2 toko buku besar, berkeliling diantara tumpukan buku, akhirnya aku mengambil 8 buku setelah memilih diantara buku-buku lain yang juga berencana akan dibawa pulang. Delapan buku tersebut, antara lain: Selamat Malam untuk Presiden , Peyempuan Nelangsa , Potret , Ompung Odong-odong , Q & A, Kedai 1002 Mimpi , Apres Le Mariage , Travel Young . Biasanya, buku baru baru akan mendapat giliran dibaca setelah buk...

Puisi | Kita Masih Akan di Sini

  Kita masih di sini ketika matahari beranjak pulang. Kita masih di sini ketika pendar-pendar jingga penuhi cakrawala di bagian barat Bumi. Kita masih di sini ketika bintang-bintang bersiap-siap dansa di langit cerah   Dalam banyak hari, bersama-sama kita menyaksikan… …langit menceritakan banyak kisah cinta mengagumkan. …hujan menyanyikan kisah cinta yang diceritakan langit.   Dan, kita masih di sini... untuk terus mengisi ruang hati kita dengan gema tawa kita... untuk memenuhi langit-langit ruang dengan lelucon konyol yang hanya kita yang mengerti. Demi senyum mereka, orang-orang yang peduli pada kita.. Demi senyum kita, kala mengingat peristiwa ini kelak..   Namun,, waktu-waktu seperti itu akan tiada. Hari-hari kemaren, yang berhembus dengan cepat dan menghilang. Hari-hari lalu menyisakan ingatan untuk dikenang.   Dalam sekejap, kau tidak lagi di sini.. Dalam sekejap, kau menuju daerah yang lebih dekat dengan cahaya mataha...

Buku #9 - Love Rosie (Where Rainbows End)

      Love, Rosie (dokpri.) Judul novel: Where Rainbows End  Tahun terbit: 2004 Penulis: Cecelia Ahern Penerjemah: Monica Dwi Chresnayani Hal: 632 halaman Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun: 2015   Love Rosie (Where Rainbows End) : Menjadi Sahabat Penamu Seumur Hidupku Aku masih ingat betapa membahagiakannya ketika mendapatkan surat dari seorang sahabat. Dulu. Dulu sekali. Entah kapan? Hehehehe… Novel Where Rainbow End telah difilmkan. Judulnya menjadi Love, Rosie. Film Love, Rosie sudah pernah kutonton bertahun-tahun lalu. Aku tidak menonton dari awal. Kemudian aku mendapatkan novel yang menjadi awal film tersebut dan menikmati persahabatan luar biasa antara Rosie Dunne dan Alex Stewart. Pertemanan yang dibangun sejak usia kanak-kanak, bersama-sama melewati masa remaja, saling mendukung di masa dewasa mereka dan terus saling menyayangi dalam segala musim kehidupan hingga melampaui usia separuh baya. *** Keluarga orangtua Rosie Dunne dan orangtua...