Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2023

Puisi | Kidung Cinta dalam Kesementaraan

Kata siapa kidung cinta ada di sini? Aku mendengar pertanyaan tersebut bergaung kuat, gemanya memantul di langit sore berkabut, dan di hatiku mendarat tepat. Kata siapa kidung cinta ada di sini? Di tempat keterbatasan berada.. Di tempat kesementaraan bersemayam.. Di tempat aku dan kau menetap. Kemarilah.. Aku akan mengajakmu berkeliling, menunjukkan padamu keindahan dalam kesementaraan, yang dibungkus cinta kekal nan abadi. Lihatlah tetesan embun yang datang menjelang subuh, bergerak lambat di tepi daun-daun berayun basah, bergulir jatuh tanpa keluh, tersenyum hangat berkata,” Esok kita ‘kan berjumpa. Usah resah !” Lihatlah bunga-bunga perdu warna-warni nan mungil, merah, kuning, merah muda, oranye dan putih. Bunga-bunga yang mekar hari ini setelah fase kuntum, lalu kemudian akan layu dan kering dua hari mendatang, tersenyum hangat berkata,” Kami akan datang lagi. Bersama-sama. Bergerombol. Kali ini akan lebih meriah. ” Lihatlah pohon pinus di tepi hutan musim gugur, gagah menantang la...

Buku #18 - Please Look After Mom

  Please Look After Mom ( dokpri. )   Judul : Please Look After Mom (Ibu Tercinta) Tahun terbit: 2008 Penulis:  Kyung Sook Shin Penerjemah: Tanti Lesmana Hal: 296 halaman, 20 cm Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama Tahun: 2011   Please Look After Mom: Kumohon, Jagalah Ibu Ibu menghilang! Dalam perjalanan orangtuanya ke Seoul, ibunya tertinggal dari langkah ayahnya yang di depan di stasiun Seoul. Sejak hari itu, hidup mereka seperti berada dalam mimpi buruk panjang yang tidak berakhir. Menghubungi semua kerabat, melapor ke polisi, membuat selebaran dan membagikannya di jalan-jalan dekat rumah anak-anaknya di Seoul. Semua sudah mereka lakukan. Namun, ibu tidak juga kembali. Ke mana ibu pergi?   Buku ini berkisah tentang kenangan-kenangan yang datang pada anggota keluarga, setelah ibu menghilang. Mengambil perspektif orang kedua, penulis menuliskan karya ini seperti seseorang yang sedang berbicara kepada beberapa anggota keluarga tentang Park So-nyo, yang...

Puisi | Gudang yang Penuh Debu dan Sarang Laba-laba

  Ada ruang yang tak hampa yang jarang disinggahi. Ruang yang sengaja disiapkan.   Ada ruang yang buram yang jarang dimampiri. Ruang yang sengaja disisihkan.   Namun… segalanya menjadi asing tanpa ruang yang satu ini. segalanya menjadi tak lengkap tanpa ruang yang satu ini. segalanya menjadi tak biasa tanpa ruang yang satu ini.   Serupa gudang bagi setiap rumah… Ada saja pribadi yang menjadi gudang bagi yang lainnya.   Berada di sudut yang tidak ingin di datangi, gudang yang penuh debu dan sarang laba-laba. Ada namun diasingkan. Hanya diakui jika dibutuhkan.   Gedung yang penuh debu dan sarang laba-laba… tempat barang-barang bekas yang tidak ingin dibuang. tempat banyak kenangan manis yang ingin selalu dikenang. tempat hadiah-hadiah kecil dan surat cinta dikumpulkan. tempat luka dan kesedihan acap diabaikan.   Gudang yang penuh debu dan sarang laba-laba, jadi alasan untuk tetap berada di sana. bag...

Buku #17 - I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki

  Judul : I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki Tahun terbit: 2018 Penulis: Baek Se Hee Penerjemah: Hyacinta Louisa Hal: 236 halaman, 19 cm Penerbit: Haru Tahun: 2019   I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki, Bertahan Menjadi Normal Semakin hari, kata ‘depresi’ bukan lagi hal baru untuk diperbincangkan. Seolah-olah, kata depresi sama biasanya dengan mempercakapkan makanan favorit dan kedai kopi langganan. Apa penyebabnya? Bagaimana mengatasinya? Siapakah yang akan menjadi support system terbaik jika mengalaminya? I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki adalah buku yang berisi percakapan penulis, Baek Se Hee dengan psikiaternya, ketika Se Hee menjalani konsultasi-konsultasi teratur   akibat distimia. Distimia adalah keadaan depresi berkepanjangan. *** Selama lebih 10 tahun, Baek Se Hee mengidap distimia dan gangguan kecemasan. Setelah mencoba mengunjungi banyak psikolog dan psikiater, tahun 2017 Se Hee menemukan rumah-sakit yang cocok dan menjalan...

Buku #16 - By the River Piedra I Sat Down and Wept

  Dokpri.   Judul novel: By the River Piedra I Sat Down and Wept Tahun terbit: 1994 Penulis: Paulo Coelho Penerjemah: Rosi L. Simamora Hal.: 224 halaman, 20 cm Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama Tahun: 2005 By the River Piedra I Sat Down and Wept: Penemuan Atas Cinta Sejati Seberapa besar kemungkinan pasangan cinta pertama ketika kembali berjumpa akan berhasil menjalin hubungan kembali? Apakah perasaan mendamba dulu bisa hadir lagi setelah berpisah sekian tahun? Di manakah tempat ideal untuk berjumpa sambil mengenang cinta lama yang ingin masih dipertahankan? By the River Piedra I Sat Down and Wept (Di Tepi Sungai Piedra Aku Duduk dan Menangis) menceritakan perjalanan spiritual kekasih remaja Pilar setelah meninggalkan kota kelahirannya. *** Setelah berpisah bertahun-tahun, Pilar dan kekasih remajanya bertemu lagi. Namun, Pilar mendapati pria itu sudah menjadi orang yang sangat berbeda; kekasihnya menjadi pemimpin spiritual yang tampan dan karismatik. Banyak orang ...