Langsung ke konten utama

Puisi | Kidung Cinta dalam Kesementaraan

Kata siapa kidung cinta ada di sini?
Aku mendengar pertanyaan tersebut bergaung kuat,
gemanya memantul di langit sore berkabut,
dan di hatiku mendarat tepat.

Kata siapa kidung cinta ada di sini?
Di tempat keterbatasan berada..
Di tempat kesementaraan bersemayam..
Di tempat aku dan kau menetap.

Kemarilah..
Aku akan mengajakmu berkeliling,
menunjukkan padamu keindahan dalam kesementaraan,
yang dibungkus cinta kekal nan abadi.

Lihatlah tetesan embun yang datang menjelang subuh,
bergerak lambat di tepi daun-daun berayun basah,
bergulir jatuh tanpa keluh,
tersenyum hangat berkata,”Esok kita ‘kan berjumpa. Usah resah!”

Lihatlah bunga-bunga perdu warna-warni nan mungil,
merah, kuning, merah muda, oranye dan putih.
Bunga-bunga yang mekar hari ini setelah fase kuntum,
lalu kemudian akan layu dan kering dua hari mendatang,
tersenyum hangat berkata,”Kami akan datang lagi. Bersama-sama. Bergerombol. Kali ini akan lebih meriah.

Lihatlah pohon pinus di tepi hutan musim gugur,
gagah menantang langit dengan kekuatan akar,
memamerkan daun-daun rimbun di ranting dan dahan menyebar,
tetap setia tak bergerak meski dedaunan tak lagi segar,
Tersenyum hangat berkata,”Aku bisa diandalkan, kau tahu. Aku tidak akan menghindar.”

Lihatlah musim-musim yang telah berlalu..
Apakah kau tahu kapan musim dingin datang?
Apakah kau ada di sana ketika musim panas berakhir?
Sekalipun demikian, musim-musim yang berganti menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap.

Kemarilah..
Aku akan mengajakmu berkeliling, masih banyak lagi yang ingin kutunjukkan,
Betapa membuat kita tercengang tentang keindahan dalam kesementaraan,
yang dibungkus cinta kekal nan abadi.

***


Had posted on Kompasiana


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Buku-buku Baru Sebelum Susun Daftar Baca Baru

  Aku tidak berencana beli buku dulu sampai ahir tahun. Tumpukan buku yang merupakan daftar baca dan masuk daftar baca sejak awal tahun, masih ada. Masih belum rampug baca sekalipun sudah berlalu 10 bulan. Sebagian besar dari buku-buku itu malah baru dibaca separuhnya. Ada yang baru seperempat bagian buku. Ada juga baru beberapa halaman. Masih cukup untuk dibaca sampai akhir tahun. Namun, kemungkinan beli buku di tahun ini tinggal beberapa minggu lagi. Jadi, aku memutuskan mampir ke toko buku dan beli beberapa buku. Mumpung masih ada bazaar buku. Setelah mengunjungi 2 toko buku besar, berkeliling diantara tumpukan buku, akhirnya aku mengambil 8 buku setelah memilih diantara buku-buku lain yang juga berencana akan dibawa pulang. Delapan buku tersebut, antara lain: Selamat Malam untuk Presiden , Peyempuan Nelangsa , Potret , Ompung Odong-odong , Q & A, Kedai 1002 Mimpi , Apres Le Mariage , Travel Young . Biasanya, buku baru baru akan mendapat giliran dibaca setelah buk...

Puisi | Kita Masih Akan di Sini

  Kita masih di sini ketika matahari beranjak pulang. Kita masih di sini ketika pendar-pendar jingga penuhi cakrawala di bagian barat Bumi. Kita masih di sini ketika bintang-bintang bersiap-siap dansa di langit cerah   Dalam banyak hari, bersama-sama kita menyaksikan… …langit menceritakan banyak kisah cinta mengagumkan. …hujan menyanyikan kisah cinta yang diceritakan langit.   Dan, kita masih di sini... untuk terus mengisi ruang hati kita dengan gema tawa kita... untuk memenuhi langit-langit ruang dengan lelucon konyol yang hanya kita yang mengerti. Demi senyum mereka, orang-orang yang peduli pada kita.. Demi senyum kita, kala mengingat peristiwa ini kelak..   Namun,, waktu-waktu seperti itu akan tiada. Hari-hari kemaren, yang berhembus dengan cepat dan menghilang. Hari-hari lalu menyisakan ingatan untuk dikenang.   Dalam sekejap, kau tidak lagi di sini.. Dalam sekejap, kau menuju daerah yang lebih dekat dengan cahaya mataha...

Buku #9 - Love Rosie (Where Rainbows End)

      Love, Rosie (dokpri.) Judul novel: Where Rainbows End  Tahun terbit: 2004 Penulis: Cecelia Ahern Penerjemah: Monica Dwi Chresnayani Hal: 632 halaman Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun: 2015   Love Rosie (Where Rainbows End) : Menjadi Sahabat Penamu Seumur Hidupku Aku masih ingat betapa membahagiakannya ketika mendapatkan surat dari seorang sahabat. Dulu. Dulu sekali. Entah kapan? Hehehehe… Novel Where Rainbow End telah difilmkan. Judulnya menjadi Love, Rosie. Film Love, Rosie sudah pernah kutonton bertahun-tahun lalu. Aku tidak menonton dari awal. Kemudian aku mendapatkan novel yang menjadi awal film tersebut dan menikmati persahabatan luar biasa antara Rosie Dunne dan Alex Stewart. Pertemanan yang dibangun sejak usia kanak-kanak, bersama-sama melewati masa remaja, saling mendukung di masa dewasa mereka dan terus saling menyayangi dalam segala musim kehidupan hingga melampaui usia separuh baya. *** Keluarga orangtua Rosie Dunne dan orangtua...