Kata siapa kidung cinta ada di sini?
Aku mendengar pertanyaan tersebut bergaung kuat,
gemanya memantul di langit sore berkabut,
Kata siapa kidung cinta ada di sini?
Aku mendengar pertanyaan tersebut bergaung kuat,
gemanya memantul di langit sore berkabut,
dan di hatiku mendarat tepat.
Kata siapa kidung cinta ada di sini?
Di tempat keterbatasan berada..
Di tempat kesementaraan bersemayam..
Kemarilah..
Di tempat kesementaraan bersemayam..
Di tempat aku dan kau menetap.
Kemarilah..
Aku akan mengajakmu berkeliling,
menunjukkan padamu keindahan dalam kesementaraan,
Lihatlah tetesan embun yang datang menjelang subuh,
menunjukkan padamu keindahan dalam kesementaraan,
yang dibungkus cinta kekal nan abadi.
Lihatlah tetesan embun yang datang menjelang subuh,
bergerak lambat di tepi daun-daun berayun basah,
bergulir jatuh tanpa keluh,
Lihatlah bunga-bunga perdu warna-warni nan mungil,
bergulir jatuh tanpa keluh,
tersenyum hangat berkata,”Esok kita ‘kan berjumpa. Usah resah!”
Lihatlah bunga-bunga perdu warna-warni nan mungil,
merah, kuning, merah muda, oranye dan putih.
Bunga-bunga yang mekar hari ini setelah fase kuntum,
lalu kemudian akan layu dan kering dua hari mendatang,
tersenyum hangat berkata,”Kami akan datang lagi. Bersama-sama. Bergerombol. Kali ini akan lebih meriah.”
Bunga-bunga yang mekar hari ini setelah fase kuntum,
lalu kemudian akan layu dan kering dua hari mendatang,
tersenyum hangat berkata,”Kami akan datang lagi. Bersama-sama. Bergerombol. Kali ini akan lebih meriah.”
Lihatlah pohon pinus di tepi hutan musim gugur,
gagah menantang langit dengan kekuatan akar,
memamerkan daun-daun rimbun di ranting dan dahan menyebar,
tetap setia tak bergerak meski dedaunan tak lagi segar,
Tersenyum hangat berkata,”Aku bisa diandalkan, kau tahu. Aku tidak akan menghindar.”
gagah menantang langit dengan kekuatan akar,
memamerkan daun-daun rimbun di ranting dan dahan menyebar,
tetap setia tak bergerak meski dedaunan tak lagi segar,
Tersenyum hangat berkata,”Aku bisa diandalkan, kau tahu. Aku tidak akan menghindar.”
Lihatlah musim-musim yang telah berlalu..
Apakah kau tahu kapan musim dingin datang?
Apakah kau ada di sana ketika musim panas berakhir?
Sekalipun demikian, musim-musim yang berganti menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap.
Kemarilah..
Aku akan mengajakmu berkeliling, masih banyak lagi yang ingin kutunjukkan,
Betapa membuat kita tercengang tentang keindahan dalam kesementaraan,
yang dibungkus cinta kekal nan abadi.
***
Had posted on Kompasiana
Komentar
Posting Komentar