Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2022

Buku-buku yang Dibawa Pulang di Awal Tahun 2022

    Daftar baca untuk 8 minggu mendatang (Dokpri.) Setelah beberapa waktu tidak belanja buku, beberapa minggu lalu aku mulai beli lagi buku. Selain memenuhi kebutuhan atas belanja buku ( uhuk, uhuk ), ada bazaar buku di Gramedia di kotaku yang harus dikunjungi. Bukan berarti stok buku yang dipinjamkan sudah mulai berkurang. Juga bukan pula pilihan genre bacaan sudah ada yang baru. Bukaaaan .. Sejatinya, andaikan aku butuh lebih banyak lagi buku karena ingin lihat lebih banyak buku pada radius pandang mataku atau ingin baca judul yang lebih baru, aku tinggal bilang pinjam pada Soya. Soya punya lebih dari sekedar banyak judul buku yang masih belum aku punya dan belum aku baca. Maka, ada catatanku beberapa waktu lalu yang menuliskan bahwa sekalipun tidak beli buku selama 2 tahun, barisan buku yang akan dibaca masih lebih dari cukup. Gelora membeli buku baru yang berada dalam tumpukan bazaar sungguh memberikan perasaan yang entah mengapa sangat menyenangkan. Hehehehe..   ...

Mencicipi Citarasa Dhilgee Nansebo Riripa

  Dhilgee Nansebo Riripa (Dokpri.) Kemaren, aku mampir ke sebuah kedai kopi yang bernuansa abu-abu.Tidak seperti kedai kopi lain yang memberikan ruang bagi pengunjung yang merokok di ruangan lebih depan atau out-door kedai kopi tersebut. Kedai kopi ini, menyediakan ruangan bagi perokok justru di bagian dalam ruangan.  Dibatasi dengan kaca, pengunjung di bagian depan kedai bisa melihat ke arah dalam. Demikian juga sebaliknya. Dinding dan pintu kaca sampai ke langit-langit memberikan kesan dan nuansa lega bagi ruangan. Di salah satu sisi dinding, terdapat kaca persegi panjang yang diposisikan sedikit di atas bangku yang menempel pada dinding tersebut. Di dinding satu lagi, terlihat sebuah cermin bulat. Ke mana pun memandang, selain terlihat pengunjung lain, terlihat juga diri sendiri. Hehehe... Ada beberapa set meja dan kursi di tengah ruangan. Ada juga set meja dan kursi (atau sofa, ya, penyebutannya?) di tepi-tepi ruangan.Dindingnya berwarna abu-abu muda. Ada kesan futuristik...

Buku #8 - Life Traveler: Catatan Perjalanan Pencinta Petualangan

    Life Traveler Perjalanan Pencinta Petualangan Life Traveler adalah catatan perjalanan Windy Ariestanty yang mengunjungi beberapa kota di beberapa Negara. Tentang budayanya, tentang orang-orangnya, tentang teman-teman seperjalanan, juga tentang makna “pulang” ketika sedang dalam perjalanan dan citarasa pulang ketika berada sangat jauh dari rumah.     Dengan 381 halaman, Windy memanjakan pembaca Life Traveler dengan foto-foto; penjelasan detail keadaan tempatnya berkunjung dan cuaca; ilustrasi-ilustrasi sapuan cat air yang terlihat berwarna sangat pastel; traveler’s facts, tips, notes and infos. Yang berencana melakukan perjalanan atau menjadi ingin mengunjungi tempat-tempat yang sama dengan yang telah dijalani Windy, pastilah membutuhkan semua info tersebut. 😃 Pada buku terbitan Gagas Media dan diterbitkan tahun 2011 dibagi menjadi 18 bab dan 2 kisah tambahan dari 2 sahabat Windy; Windy mengisahkan tentang perjalanan dan menjalani kota-kota di Viet Nam...

Kopi Yor

  Kop / Yor . (Dokpri.) Discalimer : Foto ini diambil Desember tahun 2020 Kali pertama mampir ke kedai kopi Kopi Yor ini, setelah mengunjungi Joe House. Jarak Kopi Yor dan Joe Housetidak jauh. Berada di jalan yang sama, kami hanya berjalan sekitar 50 meter. Karena jarak yang tak jauh ini, maka kami minum kopi sebanyak 2 kali. Demi apa, cobaaaa?     Pintu kaca. (Dokpri.)   Kop / Yor Outdoor. (Dokpri.) Kop / Yor Penulisan Kopi Yor menjadi Kop / Yor membuatku memikirkan minuman lain, es kopyor..😅 Pintu kaca dengan bingkai kayu berwarna coklat tua menyambut kami. Nuansa putih, meja yang menempel ke dinding dengan bangku bundar di dekatnya, bangku yang menempel di dinding dengan meja di dekatnya terlihat dalam ruangan ruko 1 pintu ini.   Menu Kop / Yor. (Dokpri)   Signature Coffee Ketika es kopi susu gula aren dan boba mulai menjadi bagian hari-hari menikmati kopi, maka kopi jenis tersebut jadi pilihan kami. Aku masih membutuhkan waktu untuk memilih, karena...

Aku (Lebih) Memilih Kopi Rasa Pahit

    Kopi dingin. (Dokpri.) "Kopinya, enak?" Sebuah pertanyaan muncul, setelah seseorang meminta izin untuk memotretku. Aku mengiyakan, dan melanjutkan kegiatan bacaku. Aku membawa buku Ikan-ikan Mati karya Roy Saputra yang baru kubeli beberapa hari sebelumnya. Aku tersenyum simpul. "Pahit." jawabku. Dalam waktu yang sangat singkat sebelum aku menjawab pertanyaannya, aku sedang memikirkan jawaban versi lengkap. Dalam waktu yang sangat singkat sebelum aku menjawab pertanyaannya, aku memikirkan jawaban apa yang sangat diinginkan oleh si penanya. "Selera itu sangat subjektif dan tidak diperdebatkan. Tidak perlu, malah. Setiap hal yang bersifat subyektif, tentu saja tidak bisa dijadikan landasan untuk menentukan mana yang lebih baik, mana yang lebih enak, mana yang lebih kewren, dan sebagainya, dan seterusnya, sampai gerhana matahari yang menggelapkan semesta datang lagi.." :) "Kalo aku bilang enak, tak tentu orang lain akan mengatakan hal yang sama. S...

Kopi Janji Jiwa Jilid 391

  Janji Jiwa . (Dokpri.)   Jilid 391 (Dokpri.) Sore itu, kami berencana ngopi di sebuah kedai kopi yang lokasinya berada dalam tempat wisata lokal. Ternyata, terlalu sore untuk kami ketika tiba di lokasi. Pagar besarnya sudah tutup! Seorang petugas berjalan membelakangi kami dengan membawa kunci gerbang yang berukuran besar. Maka, kami berbalik arah mencari tempat terdekat untuk ngopi. Kedai kopi terdekat adalah Janji Jiwa Jilid 391. Maka, mampirlah ke sana.   Lantai 2  Berada pada jajaran ruko, kedai kopi menggunakan 2 lantai untuk pengunjung. Di lantai 1, ada ruang in-door maupun outdoor untuk pengunjung.  Di lantai 2, ada beberapa spot meja dan kursi. Ada bagian lantai 2 yang berfungsi seperti balkon. Maksimalisasi ruangan terlihat jelas pada penataan tempat duduk.   Tempat duduk unik. (Dokpri.)     Lampu-lampu seolah melayang. (Dokpri.)   Dengan kursi di sebelah luar kursi bulat . (Dokpri.)   Seperti balkon . (Dokpri)    ...