Langsung ke konten utama

Postingan

Mixture dalam Gelas Tinggi

  Cinnamon Sugar Daddy (Dokpri.) Mixture . Hari itu, aku memesan Cinnamon Sugar Daddy. Sesekali, pengen juga cicip yang campuran bahan lain pada kopi. Selain bubuk kayu manis yang ada di permukaan minuman, ada juga irisan jeruk kering yang bisa dimakan.  Cinnamon Sugar Daddy adalah kopi dengan campuran sirup jeruk dan bubuk kayu manis. Aroma manis menguar, segera. Citarasa asam dari jeruk dan kesegaran kayu manisadalah hal pertama yang muncul. Citarasa pahit kopi tertinggal di akhir tegukan. Bekasnya terasa pada pangkal lidah yang sangat dekat dengan tenggorokan. Rasanya sangat menyegarkan. Juga, menyenangkan. :)   Gelas dan cangkir (Dokpri.) Wadah Kopi . Selain gelas berbahan plastik maupun kertas yang praktis, untuk wadah kopi sering juga digunakan mug keramik dan gelas bening.  Ada cangkir yang menggunakan tatakan yang sewarna dengan si cangkir. Ada juga tatakan kayu dengan inisial kedai kopi di permukaannya sebagai tatakan gelas bening. Mug ukuran sedang maupun...

Puisi | Kisah Cinta Petang nan Jingga Jelita

    Dokpri. Jingga, koq, bisa memikat begini? Dalam sapuan ungu, lembayung, merah muda dan oranye sepanjang cakrawala, jingga berbaris anggun.   Batas cakrawala di ujung dunia, di sebelah sini ada garis lain sepanjang pantai. Ada yang bisa membatasi gerak ombak?   Tembok-tembok tua itu, tidak bisa menakut-nakuti birunya perairan di sebelahnya. Jalanan bisu itu, memisahkan sejoli air. Bebatuan di permukaan bumi pun memiliki banyak gradasi. Sapuan warna dalam corak dan bentuk. Biru, biru muda, biru tua, biru kehijauan, hijau kebiruan, toska, hijau, hijau muda. Satu potret untuk riuhnya paduan gradasi biru dan hijau.   Pinus ditemani debu berawan. Cahaya yang seolah mengambang di permukaan dedaunan hijau muda membias di permukaan batang pepohonan yang berwarna kelabu dan coklat tanah kasar. Pasir gurun memantulkan sore jingga pada langit petang.   Dan semua itu datang ketika siang memudar dan meninggalkan sore, senja dan pe...

Buku #9 - Love Rosie (Where Rainbows End)

      Love, Rosie (dokpri.) Judul novel: Where Rainbows End  Tahun terbit: 2004 Penulis: Cecelia Ahern Penerjemah: Monica Dwi Chresnayani Hal: 632 halaman Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun: 2015   Love Rosie (Where Rainbows End) : Menjadi Sahabat Penamu Seumur Hidupku Aku masih ingat betapa membahagiakannya ketika mendapatkan surat dari seorang sahabat. Dulu. Dulu sekali. Entah kapan? Hehehehe… Novel Where Rainbow End telah difilmkan. Judulnya menjadi Love, Rosie. Film Love, Rosie sudah pernah kutonton bertahun-tahun lalu. Aku tidak menonton dari awal. Kemudian aku mendapatkan novel yang menjadi awal film tersebut dan menikmati persahabatan luar biasa antara Rosie Dunne dan Alex Stewart. Pertemanan yang dibangun sejak usia kanak-kanak, bersama-sama melewati masa remaja, saling mendukung di masa dewasa mereka dan terus saling menyayangi dalam segala musim kehidupan hingga melampaui usia separuh baya. *** Keluarga orangtua Rosie Dunne dan orangtua...

Buku-buku yang Dibawa Pulang di Awal Tahun 2022

    Daftar baca untuk 8 minggu mendatang (Dokpri.) Setelah beberapa waktu tidak belanja buku, beberapa minggu lalu aku mulai beli lagi buku. Selain memenuhi kebutuhan atas belanja buku ( uhuk, uhuk ), ada bazaar buku di Gramedia di kotaku yang harus dikunjungi. Bukan berarti stok buku yang dipinjamkan sudah mulai berkurang. Juga bukan pula pilihan genre bacaan sudah ada yang baru. Bukaaaan .. Sejatinya, andaikan aku butuh lebih banyak lagi buku karena ingin lihat lebih banyak buku pada radius pandang mataku atau ingin baca judul yang lebih baru, aku tinggal bilang pinjam pada Soya. Soya punya lebih dari sekedar banyak judul buku yang masih belum aku punya dan belum aku baca. Maka, ada catatanku beberapa waktu lalu yang menuliskan bahwa sekalipun tidak beli buku selama 2 tahun, barisan buku yang akan dibaca masih lebih dari cukup. Gelora membeli buku baru yang berada dalam tumpukan bazaar sungguh memberikan perasaan yang entah mengapa sangat menyenangkan. Hehehehe..   ...

Mencicipi Citarasa Dhilgee Nansebo Riripa

  Dhilgee Nansebo Riripa (Dokpri.) Kemaren, aku mampir ke sebuah kedai kopi yang bernuansa abu-abu.Tidak seperti kedai kopi lain yang memberikan ruang bagi pengunjung yang merokok di ruangan lebih depan atau out-door kedai kopi tersebut. Kedai kopi ini, menyediakan ruangan bagi perokok justru di bagian dalam ruangan.  Dibatasi dengan kaca, pengunjung di bagian depan kedai bisa melihat ke arah dalam. Demikian juga sebaliknya. Dinding dan pintu kaca sampai ke langit-langit memberikan kesan dan nuansa lega bagi ruangan. Di salah satu sisi dinding, terdapat kaca persegi panjang yang diposisikan sedikit di atas bangku yang menempel pada dinding tersebut. Di dinding satu lagi, terlihat sebuah cermin bulat. Ke mana pun memandang, selain terlihat pengunjung lain, terlihat juga diri sendiri. Hehehe... Ada beberapa set meja dan kursi di tengah ruangan. Ada juga set meja dan kursi (atau sofa, ya, penyebutannya?) di tepi-tepi ruangan.Dindingnya berwarna abu-abu muda. Ada kesan futuristik...

Buku #8 - Life Traveler: Catatan Perjalanan Pencinta Petualangan

    Life Traveler Perjalanan Pencinta Petualangan Life Traveler adalah catatan perjalanan Windy Ariestanty yang mengunjungi beberapa kota di beberapa Negara. Tentang budayanya, tentang orang-orangnya, tentang teman-teman seperjalanan, juga tentang makna “pulang” ketika sedang dalam perjalanan dan citarasa pulang ketika berada sangat jauh dari rumah.     Dengan 381 halaman, Windy memanjakan pembaca Life Traveler dengan foto-foto; penjelasan detail keadaan tempatnya berkunjung dan cuaca; ilustrasi-ilustrasi sapuan cat air yang terlihat berwarna sangat pastel; traveler’s facts, tips, notes and infos. Yang berencana melakukan perjalanan atau menjadi ingin mengunjungi tempat-tempat yang sama dengan yang telah dijalani Windy, pastilah membutuhkan semua info tersebut. 😃 Pada buku terbitan Gagas Media dan diterbitkan tahun 2011 dibagi menjadi 18 bab dan 2 kisah tambahan dari 2 sahabat Windy; Windy mengisahkan tentang perjalanan dan menjalani kota-kota di Viet Nam...

Kopi Yor

  Kop / Yor . (Dokpri.) Discalimer : Foto ini diambil Desember tahun 2020 Kali pertama mampir ke kedai kopi Kopi Yor ini, setelah mengunjungi Joe House. Jarak Kopi Yor dan Joe Housetidak jauh. Berada di jalan yang sama, kami hanya berjalan sekitar 50 meter. Karena jarak yang tak jauh ini, maka kami minum kopi sebanyak 2 kali. Demi apa, cobaaaa?     Pintu kaca. (Dokpri.)   Kop / Yor Outdoor. (Dokpri.) Kop / Yor Penulisan Kopi Yor menjadi Kop / Yor membuatku memikirkan minuman lain, es kopyor..😅 Pintu kaca dengan bingkai kayu berwarna coklat tua menyambut kami. Nuansa putih, meja yang menempel ke dinding dengan bangku bundar di dekatnya, bangku yang menempel di dinding dengan meja di dekatnya terlihat dalam ruangan ruko 1 pintu ini.   Menu Kop / Yor. (Dokpri)   Signature Coffee Ketika es kopi susu gula aren dan boba mulai menjadi bagian hari-hari menikmati kopi, maka kopi jenis tersebut jadi pilihan kami. Aku masih membutuhkan waktu untuk memilih, karena...