Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2021

Shelter Coffee

Dokpri. Kedai kopi ini awalnya berada di Jl. Angkatan 45. Sekitar 150 meter dari pertigaan Jl. Demang Lebar Daun. Beberapa bulan ini, Shelter Coffee sudah pindah ke lokasi yang tak jauh dari tempat semula. Bergeser sekitar 100 meter. Jadi lebih dekat ke pertigaan lampu merah. 😄 Lebih lapang dengan lebih banyak meja dan kursi. Buka mulai pkl1800, namun tidak punya waktu tutup yang pasti. Tergantung jam berapa pengunjung yang terakhir pulang. Terakhir kali, mereka menemani pengunjung terakhir hingga pkl0300.. Pengunjung ini baru datang sekitar pkl2400. Butuh teman ngobrol. Shelter sudah ada sejak sekitar 4 tahun yang lalu. Pemiliknya bercerita bahwa kedai mereka baru bisa buka menjelang magrib karena para baristanya baru pulang dari tempat kerja masing-masing. Setiap hari Minggu, Shelter tidak buka! Waktu aku tanya kemana mereka jika Shelter sedang tutup, mereka jawab bahwa mereka pergi ke kedai kopi lain. Ngobrol. Cerita tentang perkembangan kedai kopi di kota ini.. 😉 Aku lupa apa nam...

Buku #1 - Tagore dan Masa Kanak

Penulis: Rabindranath Tagore Penerjemah: Ayu Utami Penerbit: KPG Gramedia Tahun: 2011 Halaman: 182 + 10 hal lukisan Mewariskan Kecintaan Literasi Melalui Cerita Masa Kanak-kanak ”Aku pastilah juga mengoretkan huruf-huruf pertamaku di sana, namun pengalaman masa kanak adalah bagaikan planet yang terletak di lampau langit, tak twewrjangkau teleskop ingatan”. (hal. 143) “Teras itu, bagiku, adalah padang gurun yang kubaca dalam buku, batas-batasnya yang kabur membentang di segala arah, angin panas memurubkan awan debu, tatkakal langit biru menjadi redup.” (Hal. 145) Kalimat-kalimat tersebut berada buku Tagore dan Masa Kanak . Betapa kekayaan literasi yang luar biasa! Tagore dan masa Kanak  Tagore dan Masa Kanak merupakan kerja sama KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) dengan Kedutaan Besar India di Jakarta dan Indian Council of Cultural Relations New Delhi.  Berisi kumpulan cerita pendek, buku ini dibagi menjadi 3 bagian besar. Bagian 1 merupakan kumpulan cerita pendek Cerita Lepa...

Kedai Kopi Itu ...

Setelah diroasting Setelah mengunjungi beberapa kedai kopi, menurutku ada beberapa perbedaan mendasar yang kentara antara kedai satu dengan yang lain. Kategori ini bukan didasarkan atas besar kecilnya kedai kopi yang pernah kukunjungi. Bukan juga berdasarkan kriteria maupun peringkat. Bukan juga berdasarkan dekorasi maupun lokasinya. Perbedaan ini tampak terutama merujuk pada menu atau layanan yang ditujukan pada para pengunjung kedai kopi tersebut. Berikut ini pembagian besarnya: 1. Kedai kopi dan resto Ada beberapa kedai kopi menggandeng kata "resto", "cafe" atau "eatery" .  Kedai kopi yang menggandeng salah satu dari kata tersebut biasanya menyediakan makanan berat entah untuk santapan makan siang maupun santapan makan malam. Dalam daftar menunya tersedia karbohidrat dalam banyak jenis, entah nasi, nasi goreng, semua keluarga mie beserta handai taulan (kwetiau, bihun, spageti, mie gomak, mie goreng), roti, ketela, sagu. Eh?  Juga  lauk pauk aneka rupa. ...

Numa Coffee & Barber

Dokpri. Sebelumnya,, cafe ini bernama Numa Bandrek. Belum lagi sempat mencicipi bandreknya, namanya berganti jadi Numa Coffee & Barber .. 😁 Aku sudah memotong rambutku menjadi sebahu. Jadi, aku hanya mampir ke cafenya..  😉 Dokpri. Dari daftar pilihan, aku pilih machiato dan toast keju teh ijo.. 😁😁😁 Anak-anak Revolusi hal.249 Berada   di Jl. Jendral Sudirman, kedai kopi ini menyediakan ruangan untuk perokok dan tempat potong rambut. ( Ya, iyalah.. Kan, ada tulisannya. Barber.. Hadeeeeuh ..) Design interior didominasi warna putih memberikan kesan cerah. Suasananya juga bikin betah. 😄 Gitu. (RS) #coffee #coffeeshop #coffeetouraroundthecity

Kopi _SeJalan Safe House

Kopi _SeJalan Safe House _SeJalan Safe House adalah salah satu kedai kopi yang menggunakan rumah lama. Rumah Depot.  Di bagian terasnya juga digunakan pengunjung untuk bersantai, berbincang dan menikmati kopi. Dokpri. Kedai kopi _SeJalan Safe House berada dibelakang universitas Taman Siswa. Lokasinya bisa dicapai melalui Jl. Veteran maupun dari Taman Siswa. Dan diantaranya rapatnya perumahan membuat kedai ini bisa dijangkau dengan berjalan kaki.  Dokpri. Dindingnya penuh dengan jejak napak tilas perjalanan pemilik membawa kopi racikannya. Ada foto-foto lain yang menampakkan suasana kota dalam nuansa hitam putih yang menimbulkan perasaan nostalgia yang sangat lembut. Dokpri. Pemilik kedai ini, awal mula menjajakan kopinya, menggunakan vespa. Sebelumnya akhirnya memilih rumah untuk menjamu para pengunjungnya.  Dokpri. Kopi dan buku. Mas barista nya mencampur bijih kopi Toraja dan Semende ke dalam kopi pesananku. Aku jadi kangen Toraja.. 🥰 #coffee #coffeeshop #coffeetouraro...

Sarang Coffee Sersan Sani

Sarang Coffee  Berseberangan dengan SD Tulus Bakti dan berada di pekarangan rumah berpagar, kedai kopi ini bisa terlihat. Posisinya tidak jauh dari Jl. Basuki Rahmat setelah berbelok ke arah Jl. Sersan Sani. Beberapa set meja dan kursi pun terlihat di bagian luar kedai ini. Tersedia kuweh tradisional untuk teman kopi. Sebelum berada di Jl. Sersan Sani, Sarang Coffee sudah pernah ada di Martapura dan Jl. Pelita. 😄 Matcha Coffee Karya Ayu Utami Sebelum mampir ke Sarang Coffee, aku sempat mampir ke Gramedia. Kala itu sedang ada sale. Dan aku dapatkan karya Ayu Utami ini dengan harga sale. 😬 Maya adalah tulisan Ayu Utami. Sedangkan Tagore dan Masa Kanak adalah karya terjemahan Ayu Utami. Dokpri. Ini bukan pertama kalinya, bawa buku ke kedai kopi. . 😄 Akan banyak kunjungan juga yang menyertakan buku, film dan drakor di sana.. hehehehe.. (RS) #coffee #coffeeshop #coffeetouraroundthecity

Puisi | Pria Di Dalam Gelembung

Pria itu memasuki kedai kopi ini. Derit pintu yang membuka ke arah dalam, segera memenuhi ruang dengarku. Mataku mengikuti sosoknya yang bergerak menjauhi pintu, menuju tempatnya biasa menikmati coffee latte kesukaannya. Aku menjadi terbiasa melihatnya. Mendatangi kedai kopi ini sembarang waktu hanya untuk melihatnya yang kedua kali. Kali keempat melihatnya, aku mulai mengikuti ritme kunjungannya. Maka, dari sekian banyak kunjungan... ...aku memilih lebih dulu datang. Agar kulihat dia dengan leluasa. Melihatnya berada (dalam) radius pandangku,         sungguh melegakan. Melihatnya berada (dalam) radius pandangku,    menenggelamkan lesung di pipiku lebih dalam. Lalu aku menyaksikan... Perlahan. Sedikit demi sedikit. Gelembung tak kasat mata mengelilingi pria itu. Makin lama makin besar sehingga membungkusnya. Membuatnya jauh. Menjadi jauh. Menjauhi yang lain. Juga menjauhi aku. "Jangan hanya di duniamu. Jangan hanya tentangmu..." "Keluarlah.. Pecahkan gelemb...

Taste and After Taste

  Kopi pahit, kopi asam Taste Ada 2 citarasa kopi, yaitu asam dan pahit. Bukan pahit dan pahit banget, ya.. 😉 Dibandingkan asam, aku lebih memilih citarasa pahit pada kopi yang kuminum.  Seorang teman pernah bertanya alasannya. Maka kujawab, aku sudah punya asam lambung. Jadi tidak butuh asam lebih banyak lagi masuk ke dalam toeboeh. Hehehe.. Asam dan pahit itu tergantung selera. Tidak ada yang lebih enak dibandingkan yang lainnya. Ataupun ada yang lebih nikmat dibandingkan yang lain. Selera selalu subjektif! Kopi yang pahit pun, akan muncul citarasa asam setelah berkurang panasnya. Ada kopi pahit yang berasa asam pada tegukan kedua. Ada kopi asam yang berasa asam banget setelah tegukan kedua. Citarasa, tentu saja dipengaruhi jenis dengan 2 jenis: robusta dan arabica. After Taste Ada rasa yang tetap tertinggal di lidah setelah kopi ditelan. Jadi rasa bukan hanya tertinggal dalam hati. 😉 Kalau masih ada rasa belum berbalas, mungkin rasa itchuh masih tertinggal di lidah. Eh? ...

Manual Coffee Maker

Handy Drip. Dokpri   Beberapa waktu yang lalu, aku mendampingi kelas home barista sebagai... asisten. Di meja depan, selain bijih kopi yang berasal dari beberapa tempat seperti Aceh, Kerinci, Pagaralam (minimal dari 2 wilayah di Indonesia dan 1 jenis kopi luar); ada juga peralatan membuat kopi manual, penggiling bijih kopi, teko berhidung panjang sebanyak 4 buah serta teko untuk memasak air yang senantiasa dalam keadaan terpasang ke listrik. Kalau biasanya hanya menggunakan 1 jenis peralatan, kali ini meja depan tampak meriah dengan peralatan bikin kopi manual lainnya. Tugas-tugas asisten sebenarnya sederhana saja, antara lain: memastikan air panas selalu tersedia untuk seduh kopi, menggiling bijih kopi, memastikan bubuk kopi selalu ada di atas meja, mengecek persediaan bijih kopi, melihat seduhan awal, menyiapkan gelas kertas untuk semua peserta (digunakan untuk mencicip kopi dan harus sudah dinamai), mempersiapkan tempat untuk bubuk kopi yang sudah digunakan, membantu tahapan ble...

Toko Kopi Baru

Kopi Pekat Toko Kopi Baru A: Kakak sedang menulis tentang kedai kopi, ya? B: Iya.. 😁 A: Apa saja yang kakak tulis? B: Pengalaman kakak ke masing-masing kedai kopi itu, dong.. 😁 A: Sudah banyakkah yang kakak datangi kedai kopi? B: Baru beberapa. A: Namanya samakah? B: Beda-beda. Dinama kedai kopi tersebut, ada yang menggunakan kata 'coffee', 'cafe' dan 'kopi'.. A: Artinya sama? B: Coffee artinya sama dengan kopi. Terjemahan sederhana cafe adalah tempat makan.. 😅 A: ... 🤔 B: Kenapa? A: Aku tahu kedai kopi yang baru.. 😉 B: Namanya apa? Dimana? A: Foto kopi.. 😁😊 B: @#$& 😤😤😤 (pegang pipi A, lemparkan ke bulan.. ) 😆😆😆 Note: An imaginary conversation which had posted on fb 1.5 years ago  

Kopi Tahun Baru

Kopi hitam Tahun baru beberapa waktu lalu, kami sanjo ke beberapa rumah kerabat dan sodara. Kumpul-kumpul begini adalah kesempatan sangat baik untuk menikmati semua minuman bersoda yang kita akrabi sejak puluhan tahun lalu. Hehehe .. Kadangkala malah ditawari minuman kaleng lain dengan warna dan rasa yang sangat beraneka. Artinya, tuan rumah menyediakan banyak pilihan.. 😄  Kesempatan kumpul yang jarang didapatkan ini dimanfaatkan seorang adek untuk mengajak ngopi. "Kak, ngopi kita?" tanyanya. "Iya, dong.." jawabku. Mendengar percakapan kami, adek-adek yang lain tertawa. Salah seorang malah nyeletuk, "Sudah jauh sampe ke Tahun Baru. Minumnya malah kopi.." Mau minum kopi itu, mesti seduh air panas. Karena hanya dengan air baru mendidihlah, aroma kopi lebih kuat menguar. Sembari menunggu, kami bisa berbincang. Selain kopi adalah minuman tak biasa yang disajikan pada tamu, kelak mereka akan mengingat seseorang tak biasa minum minuman tak biasa di Tahun Ba...

Kopi Jahe Merah

  Dokpri. Pernah dengar Wamena ? Danau Habema ? Puncak Jayawijaya ? Taman Nasional Lorentz ? Atau bahkan pernah mengunjungi tempat-tempat tersebut? Yang pernah menyaksikan Uncover Papua produksi Alenia Production pastilah sayup-sayup bisa mengingatnya.. 😄 Aku punya kawan yang tinggal di wilayah itchuh. Namanya Everd. 😄 Kawan Everd beberapa kali memposting gambar kegiatannya di sekitar tempat tinggalnya. Sesekali dia menceritakan tentang temuan flora. Sesekali dia menceritakan tentang aktivitasnya. Diantara banyak ceritanya, aku selalu suka ketika kawan Everd menceritakan bagaimana dia mempersiapkan kopi yang diolahnya sendiri. Mulai dari memotong jahe merah kecil-kecil, mengsangrai bijih kopi, mencampurnya dengan potongan kecil jahe merah, menggilingnya lalu membuat kopi. Membayangkan ada campuran jahe merah dalam kopi sungguh menggugah rasa penasaran.. 😄 (RS) *** Note: Gambar hanya pemanis. Tulisan ini sudah pernah diposting di fb 3 tahun lalu. #kopilokal #kopiIndonesia

It's Open!

It's Open Now! 😃 Sama seperti kedai kopi di manapun, tulisan Open yang diletakkan di depan pintu kaca, menandakan kedai kopi tersebut sudah bisa menerima pengunjung. 🙂 Blog ini juga demikian. Sudah terima pengunjung. Datanglah dan nikmati perjalanan pengalamanku berkunjung ke kedai-kedai kopi, juga menikmati beberapa buku yang kadang aku bawa ke kedai kopi. It's open now!  Welcome aboard! -RS